Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG — Pemulihan pascabanjir bandang di Aceh Tamiang belum sepenuhnya tuntas. Sejumlah warga terdampak di Kecamatan Karang Baru hingga kini masih menunggu proses penyaluran bantuan, sementara kebutuhan dasar seperti air bersih dan perlengkapan rumah tangga masih menjadi persoalan di kawasan terdampak bencana.
Kondisi itu terlihat saat Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, bersama Dirjen Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Z.A., meninjau fasilitas instalasi air bersih serta menyerahkan bantuan perlengkapan dapur kepada warga di Kampung Bundar dan Huntara Danantara, Kecamatan Karang Baru, Kamis (7/5/2026).
Di Kampung Bundar, pemerintah menyerahkan 100 paket perlengkapan dapur kepada warga terdampak. Bantuan serupa juga kembali disalurkan di Huntara Danantara, Simpang Empat Opak, sebanyak 600 paket.
Bupati Armia Pahmi mengatakan penyaluran bantuan masih dilakukan secara bertahap karena proses verifikasi data penerima masih berlangsung.
“Sebagian masyarakat di beberapa kampung sudah menerima bantuan. Bagi masyarakat yang belum menerima, kami mohon bersabar karena data sudah tersedia dan saat ini masih dalam proses verifikasi,” ujar Armia.
Selain bantuan rumah tangga, pemerintah juga meninjau fasilitas instalasi air bersih yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pascabencana. Krisis air bersih sebelumnya sempat menjadi kendala di sejumlah wilayah terdampak akibat rusaknya fasilitas dan akses sumber air warga.
Sementara itu, Safrizal Z.A. mengatakan pemerintah terus memantau percepatan penanganan bantuan, termasuk kebutuhan huntara, huntap, jaminan hidup dan bantuan ekonomi masyarakat terdampak.
“Apabila terdapat kendala pada fasilitas air bersih, masyarakat diminta segera melapor agar dapat segera diperbaiki,” ujarnya.
Menurut Safrizal, proses verifikasi bantuan membutuhkan tahapan administrasi karena besarnya jumlah masyarakat terdampak yang harus didata pemerintah.
Pascabanjir bandang akhir 2025 lalu, sebagian warga Aceh Tamiang hingga kini masih bergantung pada bantuan pemerintah, terutama masyarakat yang menempati hunian sementara dan belum sepenuhnya memulihkan kondisi ekonomi maupun fasilitas rumah tangga mereka.
.(Kamalruzamal)


