Lampumerahnews.id
Aceh Tamiang - Proses pemulihan banjir besar di Aceh Tamiang menjadi bahan pembelajaran langsung bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Selasa (5/5/2026). Daerah yang sebelumnya terdampak bencana terhadap lebih dari 310 ribu jiwa itu kini dijadikan lokasi visitasi untuk melihat penanganan krisis dan pemulihan pascabencana di tingkat daerah.
Kegiatan visitasi berlangsung di Aula Setdakab Aceh Tamiang dan dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Dalam kesempatan itu, Bupati menekankan bahwa penanganan bencana membutuhkan kepemimpinan yang mampu bekerja lintas sektor.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kepemimpinan yang komprehensif, holistik dan integratif, mulai dari mitigasi, tanggap darurat hingga rekonstruksi. Di sinilah kepemimpinan adaptif berbasis empati benar-benar diuji,” ujar Armia Pahmi.
Ia menyebutkan, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tamiang berdampak pada sekitar 75 ribu kepala keluarga di 216 kampung dalam 12 kecamatan.
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Ramli Anyato, mengatakan pihaknya membawa 60 peserta PKN Tingkat II dari berbagai instansi pusat dan daerah untuk melihat langsung proses pemulihan di Aceh Tamiang.
“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung di daerah yang tengah dalam proses pemulihan,” katanya.
Selain visitasi lapangan, kegiatan tersebut juga diwarnai penyaluran bantuan pascabencana dari berbagai lembaga dan pihak swasta untuk mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak.
Bantuan yang disalurkan antara lain berupa perangkat komputer, makanan siap saji, perlengkapan sekolah dan ibadah, serta bantuan uang tunai dari berbagai lembaga dan perusahaan.
Usai pembukaan, peserta menerima pemaparan dari sejumlah perangkat daerah terkait kondisi lapangan, tantangan penanganan bencana, hingga proses pemulihan pelayanan publik dan sosial-ekonomi masyarakat pascabanjir.
Paparan tersebut disampaikan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian.
Melalui visitasi tersebut, Aceh Tamiang tidak hanya menjadi lokasi pelatihan kepemimpinan, tetapi juga contoh daerah yang tengah diuji dalam membangun kembali pelayanan publik dan pemulihan sosial-ekonomi masyarakat pascabencana.
(Kamalruzamal)


