Lampumerahnews.id
JAKARTA -Praktisi Hukum dan Kebijakan Publik Larshen Yunus mengapresiasi aksi korporasi Group Pacific Universal Investments Pte Ltd yang mengakuisisi PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) senilai Rp11,8 triliun.
Menurut Larshen, perusahaan holding investasi asal Singapura itu telah membeli 8,47 miliar saham atau 51% saham MAPI di harga Rp1.395 per lembar. Dengan transaksi tersebut, pengendali MAPI resmi berpindah dari PT Satya Mulia Gema Gemilang ke Pacific Universal Investments.
"Informasi yang kami peroleh, saham MAPI telah naik 12,36% ke Rp1.455 pada penutupan perdagangan. Kapitalisasi pasarnya sudah mencapai Rp24,15 triliun," ujar Larshen Yunus dari Kantor Satya Wicaksana, Jumat (9/5/2026).
Rencana akuisisi ini sebelumnya dilaporkan media Filipina, _insiderph_. Komisi Persaingan Usaha Filipina (PCC) telah menyetujui kesepakatan karena dinilai tidak menimbulkan risiko persaingan usaha.
"Dalam keputusannya tanggal 12 Agustus 2025, regulator menyatakan perusahaan-perusahaan tersebut bukan saingan langsung dan peritel mapan lainnya justru memberikan persaingan yang cukup," jelas Larshen, yang juga Ketua DPD KNPI Provinsi Riau.
Berdasarkan data yang dihimpun, MAPI saat ini memiliki 3.832 gerai di 7 negara ASEAN, termasuk 247 gerai dan 21 merek eksklusif di Filipina. Anak usahanya antara lain MAP Active Philippines yang menaungi Foot Locker, Planet Sports, New Balance, Converse, dan Sketchers.
"Persetujuan dikeluarkan sesuai Undang-Undang Persaingan Usaha Filipina, yang mewajibkan PCC memeriksa kesepakatan besar yang dapat memengaruhi konsumen," tambah Larshen.
Ia berharap sistem persaingan usaha di Indonesia bisa mengikuti alur yang berjalan di Filipina. “Kendati konsumen ikut mengalami dampaknya, namun kenyataannya tidak begitu signifikan,” tutup Larshen.


