Lampumerahnews.id
Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar kegiatan buka puasa bersama Tokoh Agama, Ulama dan Habaib di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/03/226).
Dalam sambutannya, Rano Karno mengajak masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan rasa empati dan kepedulian antarsesama, serta mempererat silaturahmi antar umat beragama di momentum Ramadan dan Idulfitri ini.
Dalam sambutannya, Wagub Rano menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para alim ulama, habaib, serta tokoh masyarakat yang telah berkenan hadir.
“Kehadiran para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat menjadi kehormatan bagi kami. Melalui silaturahmi ini, kita tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga memperkuat peran bersama dalam menjaga kehidupan masyarakat Jakarta,” ujarnya.
Wagub Rano menjelaskan, selama satu tahun masa kepemimpinannya bersama Gubernur Pramono, sekitar 97 persen program telah terlaksana. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat DKI Jakarta. Beberapa program yang telah direalisasikan antara lain Kartu Jakarta Gratis bagi penjaga rumah ibadah serta Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI).
“Insentif bagi imam masjid, guru ngaji masjid, guru ngaji musala, marbot masjid, petugas pemulasaraan jenazah, serta santunan kecelakaan kerja atau kematian juga telah diberikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Dewan Masjid Indonesia Provinsi DKI Jakarta serta PT Transjakarta atas kolaborasi dan dukungannya,” jelasnya.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Wagub Rano menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat, termasuk melalui program mudik. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jakarta.
“Menjaga Jakarta bukan hal yang mudah. Karena itu, melalui semangat ‘Jaga Jakarta’, kita perlu menyadari bahwa kota ini milik bersama. Ketertiban akan lebih mudah terwujud jika kita menjaganya secara kolektif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wagub Rano menyebut Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Menurutnya, kebahagiaan akan terasa lebih bermakna ketika diiringi semangat berbagi dan saling membantu.
“Kegiatan ini bukan sekadar berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Jakarta. Semoga kita dapat menutup Ramadan dengan penuh keberkahan dan menjadi pribadi yang lebih bertakwa,” pungkasnya.
(kipray)


