-->

TERKINI

Bupati Aceh Tamiang Minta Yakesma Dampingi Penyintas Bencana Tiga Tahun

lampumerahnews
Jumat, 21 Agustus 2026, 07.33 WIB Last Updated 2026-08-21T00:33:40Z

Lampumerahnews.id

ACEH TAMIANG — Pemulihan masyarakat setelah bencana tidak cukup berhenti pada bantuan darurat. Keluarga penyintas membutuhkan pendampingan agar kembali memiliki penghasilan dan mampu membangun kemandirian ekonomi.


Atas dasar itu, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, meminta Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) bersama mitra terkait melanjutkan program pemberdayaan masyarakat setidaknya selama tiga tahun ke depan.


Komitmen tersebut disampaikan Armia saat meresmikan Program Keluarga Berdaya dan Koperasi Mandiri Berkah Indonesia (MBI) hasil kolaborasi dengan Yakesma di Kantor Bupati Aceh Tamiang, Kamis (20/8/2026).


Menurut Armia, bantuan darurat tetap penting pada fase awal bencana, tetapi pemulihan berikutnya membutuhkan program yang mampu membantu keluarga penyintas kembali produktif dan memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.


“Pemulihan pascabencana adalah proses panjang yang membutuhkan ketahanan. Bantuan darurat memang sangat penting di awal, tetapi masyarakat kita juga memerlukan ‘mesin keberlanjutan’ agar mampu kembali berdiri mandiri dan sejahtera,” ujar Armia di hadapan pengurus Laznas Yakesma dan warga penerima manfaat.


Ia mengatakan, pendampingan jangka panjang diperlukan agar bantuan yang diterima masyarakat tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif.


Armia berharap Yakesma dan seluruh mitra yang terlibat dapat mempertahankan kolaborasi di Aceh Tamiang setidaknya hingga tiga tahun mendatang. Menurutnya, pendampingan perlu diarahkan pada penguatan modal usaha mikro, pemulihan psikologis warga, serta pembangunan ketahanan ekonomi masyarakat.


“Fokus utama kita mencakup penguatan modal usaha mikro, pemulihan psikologis warga, serta pembentukan ketahanan ekonomi daerah,” katanya.


Kepada para penerima manfaat, Armia meminta bantuan ekonomi yang diterima dimanfaatkan secara optimal sebagai modal usaha produktif. Dengan pengelolaan yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga membangun kembali sumber penghasilan setelah terdampak bencana.


Program tersebut juga menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai bagian dari proses pemulihan masyarakat. Artinya, keberhasilan tidak hanya diukur dari berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan penerima manfaat mempertahankan usaha dan meningkatkan pendapatan setelah program berjalan.


Kolaborasi pemerintah daerah dengan lembaga sosial dan mitra lainnya diharapkan dapat memperkuat proses pemulihan Aceh Tamiang agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan setelah fase tanggap darurat berakhir.


Kegiatan tersebut turut dihadiri CEO Yakesma Pusat Ramdlon Hidayat, Ketua Pengurus Yayasan Madani, perwakilan Koperasi MBI, pegiat kemanusiaan, Ketua MPU, Ketua MPD, Ketua MAA, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tamiang, Kepala Dinas Koperindag, para penerima manfaat, serta undangan lainnya.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini