-->

TERKINI

Merajoet Senja, Pentas Seni untuk Merawat Harapan dan Semangat Berjuang

lampumerahnews
Jumat, 21 Agustus 2026, 10.54 WIB Last Updated 2026-08-21T03:54:40Z

 

Lampumerahnews.id

JAKARTA — Seni tidak hanya hadir untuk menghibur. Melalui pertunjukan Merajoet Senja, seni ditempatkan sebagai ruang untuk merawat harapan sekaligus menggalang dukungan bagi para pegiat seni dan budaya yang mengalami kesulitan.


Pertunjukan yang digagas Yudi Latif tersebut akan dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (26/8/2026) pukul 19.00 WIB, dengan melibatkan sejumlah artis dan aktor, antara lain Olivia Zalianty, Marcella Zalianty, Arswendy Bening Swara, Ariansyah, Edopaha, Tanta Ginting, Isya Saravaty, Fryda Lucyana, Janne Callista, Shanna Shannon, dan Ridho Rokhanah.


Menurut Yudi Latif dalam rilisnya, pementasan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar penggalangan dana bagi pegiat seni dan budaya yang mengalami ketidakberuntungan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap mereka yang selama ini ikut mewarnai kehidupan masyarakat melalui karya seni.


Bagi Yudi, seni memiliki hubungan erat dengan cara manusia membangun harapan. Melalui olah rasa, olah cipta, dan olah karsa, manusia tidak hanya menciptakan karya, tetapi juga mengolah pengalaman hidup dan mencari kedekatan dengan nilai-nilai yang diyakininya.


Ia memandang seni sebagai bagian dari perjalanan bangsa dalam membayangkan kemerdekaan. Sebelum kemerdekaan menjadi kenyataan, gagasan tentang Indonesia merdeka terlebih dahulu hidup dalam imajinasi dan cita-cita.


Seni, menurutnya, memiliki kemampuan untuk mengolah rasa, menyalakan harapan, dan membantu masyarakat membayangkan kehidupan yang lebih baik.


Pandangan tersebut juga dikaitkan dengan perjalanan para tokoh bangsa. Soekarno menulis dan mementaskan drama ketika berada di Ende. Mohammad Hatta menulis puisi, sementara Sutan Sjahrir terlibat dalam kelompok tonil dan memainkan biola. Mohammad Natsir juga dikenal memiliki perhatian terhadap seni dan budaya.


Bagi Yudi, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa seni bukan sesuatu yang berada di luar perjalanan perjuangan bangsa. Seni menjadi salah satu medium untuk mengolah gagasan, membangun kesadaran, dan menjaga semangat.


“Karena itu 'Merajoet Senja' bagi saya bukan sekadar pertunjukan. Ia adalah perjalanan kembali ke mata air ke dunia yang pernah membentuk diri sekaligus kesempatan menjaga mata air itu tetap mengalir,” kata Yudi Latif.


Melalui Merajoet Senja, Yudi mengajak masyarakat melihat kembali hubungan antara seni, kemerdekaan, dan perjalanan kehidupan. Peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia dinilai tidak cukup hanya dirayakan sebagai seremoni, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan.


Pertunjukan tersebut diharapkan menjadi ruang perenungan bahwa semangat kemerdekaan membutuhkan daya hidup yang terus dipelihara. Bagi para pegiat seni, dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting agar mereka tetap dapat berkarya dan memberi warna dalam kehidupan kebudayaan Indonesia.


Pada akhirnya, Merajoet Senja membawa pesan sederhana: perjalanan hidup tidak selalu mudah, tetapi harapan dan semangat untuk terus bergerak tidak boleh padam.


Seni, dalam konteks itu, bukan sekadar pertunjukan di atas panggung. Ia menjadi salah satu cara manusia mengingat dari mana ia berasal, memahami perjalanan yang telah dilalui, dan menemukan alasan untuk tidak menyerah.



(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini