-->

TERKINI

2.212 Huntap Korban Banjir Aceh Tamiang Masuk Tahap Penyiapan Lahan

lampumerahnews
Minggu, 21 Juni 2026, 19.08 WIB Last Updated 2026-06-21T12:08:55Z

Lampumerahnews.id

ACEH TAMIANG – Rencana pembangunan 2.212 unit hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang Aceh Tamiang mulai memasuki tahap penyiapan lahan. Tim Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang meninjau sejumlah lokasi calon pembangunan di Kecamatan Sekerak dan Tenggulun, Sabtu (20/6/2026), sebagai tahapan awal realisasi program pembangunan rumah permanen yang menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi korban bencana.


Peninjauan dilakukan di Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, serta Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun. Kedua lokasi tersebut menjadi bagian dari kawasan yang disiapkan untuk pembangunan rumah permanen bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang.


Berdasarkan rencana yang dipaparkan dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Pusat akan membangun sebanyak 2.212 unit huntap yang tersebar di beberapa lokasi pada tahun 2026. Program itu menjadi salah satu tahapan penting dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang masih berlangsung di daerah tersebut.


“Satu persatu bantuan untuk masyarakat akan kita selesaikan. Kita kejar terus sampai masyarakat mendapatkan semua hak yang telah dijanjikan oleh Pemerintah Pusat,” ujar Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, saat meninjau calon lahan pembangunan huntap.


Menurut Armia, penyediaan hunian permanen yang layak merupakan salah satu prioritas utama pemerintah dalam proses pemulihan pascabencana. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan agar tahapan penyiapan lahan, verifikasi penerima manfaat, hingga pembangunan fisik dapat berjalan sesuai rencana.


Bagi korban yang rumahnya hilang atau mengalami kerusakan berat akibat banjir, pembangunan huntap menjadi tahapan paling krusial dalam proses pemulihan. Berbeda dengan bantuan darurat maupun hunian sementara, huntap memberikan kepastian tempat tinggal jangka panjang bagi keluarga terdampak yang selama ini masih menunggu kepastian hunian permanen.


Meski demikian, pembangunan 2.212 unit huntap tersebut diperkirakan baru memenuhi sebagian kebutuhan pemulihan perumahan pascabanjir di Aceh Tamiang. Pemerintah daerah masih menunggu tahapan lanjutan dari pemerintah pusat, termasuk penetapan data penerima dan pelaksanaan pembangunan, mengingat dampak banjir bandang sebelumnya menjangkau puluhan ribu rumah dan keluarga di kabupaten tersebut.


Sebelumnya, pemerintah telah meresmikan sejumlah hunian sementara (huntara) dan menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah kepada ribuan kepala keluarga terdampak banjir. Namun bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana, pembangunan huntap tetap menjadi harapan terbesar untuk kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.


Dengan dimulainya proses penyiapan lahan, pembangunan 2.212 huntap di Aceh Tamiang kini memasuki fase yang lebih nyata. Bagi ribuan penyintas yang masih menunggu kepastian tempat tinggal permanen, realisasi program tersebut akan menjadi penentu seberapa cepat kehidupan mereka dapat kembali pulih setelah bencana.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini