Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG – Hampir tujuh bulan setelah banjir bandang melanda Aceh Tamiang pada November 2025, upaya pemulihan sektor pendidikan mulai menunjukkan hasil. TK Islam Nashrullah di Kampung Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, yang terdampak bencana kini kembali berdiri dan siap digunakan sebagai tempat belajar anak-anak usia dini setelah dibangun kembali oleh Yayasan Cakra Abhipraya Responsif bersama para donatur.
Pembangunan kembali sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu. Kehadiran gedung baru itu diharapkan mampu mengembalikan aktivitas belajar mengajar yang sempat terganggu sekaligus memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan bermain.
Gedung TK Islam Nashrullah diresmikan oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I., Sabtu (20/6/2026). Dalam kesempatan itu, Ismail menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Cakra Abhipraya Responsif dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan kembali fasilitas pendidikan tersebut.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Cakra Abhipraya Responsif dan seluruh pihak yang telah membantu pemulihan sarana pendidikan pascabencana," ujar Ismail.
Menurutnya, pembangunan kembali TK Islam Nashrullah bukan sekadar membangun gedung sekolah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki fondasi nilai keagamaan yang kuat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, lembaga sosial dan para donatur menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan berbagai sektor yang terdampak.
Ketua Yayasan Cakra Abhipraya Responsif, Putro Anugrah Lindu, mengatakan pembangunan TK Islam Nashrullah merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak-anak Aceh Tamiang.
"Kami percaya bahwa ide terbaik adalah ide yang terlaksana. Melalui kolaborasi dan semangat kebersamaan, mimpi untuk menghadirkan tempat belajar dan mengaji bagi anak-anak akhirnya dapat terwujud," kata Putro.
Ia menambahkan, pembangunan tersebut juga menjadi simbol semangat kebersamaan, di mana berbagai pihak dari latar belakang berbeda dapat bersatu untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana dan mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak.
Pembangunan kembali TK Islam Nashrullah sekaligus menjadi contoh keterlibatan masyarakat sipil dalam mempercepat pemulihan daerah. Di tengah masih berlangsungnya proses rehabilitasi pascabencana di berbagai sektor, dukungan dari lembaga sosial dan para donatur dinilai membantu mempercepat kembalinya layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat.
Data pemerintah daerah sebelumnya mencatat sedikitnya 412 satuan pendidikan di Aceh Tamiang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025. Kerusakan sarana pendidikan menjadi salah satu tantangan besar dalam proses pemulihan daerah, sehingga keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk memastikan anak-anak dapat kembali memperoleh layanan pendidikan secara optimal.
Bagi masyarakat Kampung Tanjung Karang, kembalinya TK Islam Nashrullah bukan hanya menghadirkan sebuah gedung baru, tetapi juga mengembalikan ruang belajar, bermain, dan mengaji bagi anak-anak yang sempat kehilangan fasilitas pendidikan akibat bencana yang melanda daerah tersebut akhir tahun lalu.
(Kamrulzamal)


