-->

TERKINI

Gubernur DKI Tinjau RW Percontohan Pilah dan Olah Sampah di Joglo

lampumerahnews
Kamis, 11 Juni 2026, 21.23 WIB Last Updated 2026-06-11T14:23:10Z

Lampumerahnews.id

Jakarta- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau lokasi percontocohan pilah dan olah sampah di RW 07, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (11/06/2026). 


RW 07Joglo telah menerapkan sistem pengangkutan sampah terpilah sejak 1 Juni 2017 dan dinilai berhasil membangun sistem pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber yang mampu menyerap lebih dari satu ton sampah anorganik setiap pekan.


Gubernur mengapresiasi konsistensi warga yang sejak 2017 membangun ekosistem pengelolaan sampah secara mandiri dan terintegrasi.


"RW 07 Joglo telah memiliki ekosistem pengelolaan sampah yang lengkap, mulai dari Bank Sampah Siwali, Rumah Kompos, Rumah Eco Enzyme, Rumah Maggot, hingga Kebun Sayur Sehat yang saling terintegrasi," ujarnya.


Menurut Gubernur Pramono, praktik pengelolaan sampah di RW 07 Joglo sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mendorong pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumber. Pola ini penting untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir.


Sejak 1 Juni 2026, RW 07 Joglo menerapkan sistem pengangkutan sampah terpilah. Sampah organik diangkut setiap hari, residu dua kali sepekan, sampah anorganik sekali sepekan, dan minyak jelantah sebulan sekali.


"Hasilnya cukup baik. Bank Sampah Siwali kini mampu menyerap lebih dari satu ton sampah anorganik setiap minggu sehingga mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir," tutur Gubernur Pramono.


Selain sampah anorganik, warga juga rutin mengolah sampah organik. Setiap hari, sekitar 400 kilogram sampah organik terkumpul atau setara 12 ton per bulan. Dari jumlah itu, sekitar 90 persen diolah menjadi kompos, eco enzyme, dan pakan maggot.


Pengelolaan sampah tersebut juga memberi manfaat ekonomi dan lingkungan. Rumah Kompos menghasilkan 100–200 ember kompos per bulan. Rumah Eco Enzyme memproduksi sekitar 200 liter eco enzyme per minggu. Sedangkan budidaya maggot menghasilkan 126 kilogram per bulan, dan Kebun Sayur Sehat memanen 80–100 kilogram sayuran setiap bulan.


"Keberhasilan RW 07 Joglo membuktikan pengelolaan sampah dari sumber dapat berjalan efektif jika didukung partisipasi warga. Model seperti ini akan terus kami dorong dan diterapkan di wilayah lain," pungkas Gubernur Pramono.



kipray

Komentar

Tampilkan

Terkini