-->

TERKINI

Wali Kota Bekasi Sorot Galian Ilegal di Pondok Gede-Jatiasih: Wajib Izin dan Kolaborasi

lampumerahnews
Selasa, 05 Mei 2026, 13.46 WIB Last Updated 2026-05-05T06:46:42Z


Lampumerahnews.id 



BEKASI--Pemerintah Kota Bekasi resmi memulai penataan utilitas dengan meluncurkan ducting pertama sebagai jalur terpadu jaringan kabel, Selasa (5/5/2026). Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan proyek ini harus berkelanjutan dan menjangkau seluruh wilayah.


“Ducting ini sudah mulai berjalan, jangan sampai redup di tengah jalan. Harus berkelanjutan dan menyasar titik-titik lain di seluruh wilayah Kota Bekasi,” ujar Tri saat peluncuran di Taman Cut Mutia.


Ducting perdana ini digarap Mitra Patriot sebagai langkah awal menertibkan kabel udara yang semrawut.


*Sorot Galian Ilegal, Wajib Koordinasi*  


Tri menekankan koordinasi antar pemangku kepentingan agar penataan utilitas bawah tanah optimal. Ia menyebut masih menemukan galian tanpa izin lewat laporan warga di media sosial. Setidaknya empat titik di Pondok Gede dan Jatiasih jadi perhatian.


“Pekerjaan seperti ini tidak boleh lagi dilakukan sembarangan. Harus resmi dan berkolaborasi dengan Pemkot Bekasi,” tegasnya.


Ia meminta seluruh pekerjaan galian terintegrasi, tidak parsial, dan terkoneksi dengan sistem ducting. PDAM hingga pihak swasta diminta koordinasi dengan Dinas BMSDA terkait penataan jalan dan pedestrian. “Jangan sampai jalan sudah digali, lalu ditinggal begitu saja hingga merusak infrastruktur. Semua harus terkoneksi dan dikerjakan secara tuntas,” kata Tri.


*Libatkan Warga untuk Awasi Proyek*  


Wali Kota mendorong keterlibatan masyarakat lewat Musrenbang. Peran LPM serta RT/RW diharapkan memperkuat kontrol sosial terhadap proyek infrastruktur. 


“Pengawasan tidak hanya dari pemerintah, tapi juga harus melibatkan masyarakat. Ini penting agar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan dan tidak merugikan lingkungan sekitar,” tambahnya.


Pemkot Bekasi menggandeng PT Infrastruktur Cerdas Nusantara untuk mendukung penataan utilitas yang lebih modern dan tertib. Tri berharap pekerjaan infrastruktur ke depan lebih efisien, merata, tidak terpusat di titik tertentu.


“Ke depan, kita ingin pekerjaan ini tidak hanya cepat, tapi juga rapi, terkoordinasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.



Komentar

Tampilkan

Terkini