-->

TERKINI

Orang tua Korban Bullying di lembaga Pendidikan Tangsel Laporkan Seniornya

lampumerahnews
Kamis, 30 April 2026, 15.29 WIB Last Updated 2026-04-30T09:07:24Z

Lampumerahnews.id



Tangerang - Orang tua siswa korban Perundungan dan pemukulan oleh senior di salah satu lembaga pendidikan di daerah Ciputat Kota Tangerang Selatan melapor ke pihak kepolisian. 


Peristiwa bullying yang mencoreng dunia pendidikan ini kini bergulir ke ranah hukum yang dilaporkan di Polres Tangerang Selatan dengan nomor: Lp/B/1234/IV/2026/SPKT/Polres Tangerang Selatan/ Polda Metro Jaya pada tanggal 25 April 2026.


Ibu Korban HS (34) warga Jombang Kecamatan Ciputat mengatakan sangat menyayangkan atas kejadian bullying dan pemukulan tersebut hingga anaknya mengalami trauma serius.


"Sebagai orang tua sangat kecewa, karena anak saya mengalami trauma serius. Sehingga mengambil tindakan melapor ke pihak berwajib sebagai efek jera agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat menuntut ilmu (menjadikan anak terdidik) bukan malah jadi korban kekerasan oleh seniornya," Ujar HS saat ditemui di rumahnya, Kamis (30/4).


Pasalnya kejadian tersebut di alami korban di kamar asrama pada kamis 23 April 2026 pukul 22:00 WIB hingga pukul 00:30 dini hari. 


"Awalnya anak saya disuruh menelan stengah batang rokok, selanjutnya ditendang secara bergantian di bagian dada dan punggung hingga di pukul di bagian kepala muka dan telinga dalam keadaan lampu dimatikan," terangnya.


Atas kejadian tersebut ibu korban mengambil langkah hukum serta membawa anaknya ke rumah sakit untuk menjalani perobatan hingga konsultasi ke spesialis trauma healing. 


"Saya telah melapor ke pihak kepolisian. Selain itu saya juga membawa kerumah sakit untuk untuk menjalani perobatan dan ke Dokter THT hingga dokter spesialis untuk trauma," bebernya. 


Tidak hanya itu, HS juga telah mendatangi UPTD PPA Tangerang Selatan untuk melaporkan kejadian tersebut. 


"Saya berharap pihak kepolisian dan Dinas PPA bisa menangani kejadian perundungan (bullying) ini dengan serius dan tegas. Sehingga tidak ada lagi siswa yang menjadi korban di lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman untuk menuntut ilmu," Tegasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini