-->

TERKINI

Operator Drone Mulai Dibutuhkan, Aceh Tamiang Siapkan Tenaga Bersertifikat

lampumerahnews
Sabtu, 23 Mei 2026, 12.31 WIB Last Updated 2026-05-23T05:31:39Z

Lampumerahnews.id


ACEH TAMIANG - Kebutuhan tenaga operator drone mulai meningkat di Kabupaten Aceh Tamiang seiring berkembangnya sektor perkebunan, pemetaan wilayah hingga penanganan kebencanaan. Namun di tengah perubahan kebutuhan industri tersebut, tenaga kerja lokal yang memiliki kemampuan dan sertifikasi pengoperasian drone masih tergolong terbatas.


Melihat peluang itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mulai memasukkan pelatihan operator drone dalam program Skills Development Center (SDC) yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan.


Program tersebut dibuka langsung Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, di Aula Setdakab, Jumat (22/5/2026). Sebanyak 16 peserta dijadwalkan mengikuti pelatihan operator drone selama 26 hari di BBPVP Medan mulai awal Juni.


“Dunia sudah berubah, kehidupan ke depan semakin menantang dan kompetitif. Gali potensi diri dan harus ada kemampuan sendiri jangan hanya berharap kepada orang lain serta manfaatkan teknologi,” ujar Armia saat membuka kegiatan pelatihan.


Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi salah satu kunci agar generasi muda Aceh Tamiang tidak tertinggal dalam persaingan dunia kerja yang kini semakin berbasis keterampilan digital dan teknologi modern.


Kepala Disnakertrans Aceh Tamiang, Rafe’i, mengatakan peserta pelatihan nantinya tidak hanya mendapatkan materi praktik, tetapi juga fasilitas penuh selama mengikuti pelatihan di BBPVP Medan serta sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).


“Peserta nanti akan tinggal di Balai Pelatihan, akan mendapatkan konsumsi, uang saku, pakaian praktik, biaya laundry dan sertifikat BNSP,” kata Rafe’i.


Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan drone mulai berkembang di berbagai sektor di Aceh Tamiang, terutama untuk pemetaan areal perkebunan, dokumentasi proyek pembangunan hingga pemantauan wilayah rawan banjir. Teknologi ini juga mulai dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian presisi dan pengawasan kawasan yang sulit dijangkau secara manual.


Namun peluang tersebut dinilai belum sepenuhnya dimanfaatkan tenaga kerja lokal karena keterbatasan keterampilan dan sertifikasi. Akibatnya, kebutuhan operator drone di sejumlah sektor masih banyak diisi tenaga dari luar daerah.


Pelatihan berbasis teknologi seperti ini dinilai penting agar generasi muda Aceh Tamiang tidak hanya menjadi penonton di tengah berkembangnya industri digital. Tanpa peningkatan kompetensi teknologi, tenaga kerja lokal dikhawatirkan semakin sulit bersaing dalam pasar kerja yang terus berubah cepat.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini