Lampumerahnews.id
JAKARTA-- Kuasa hukum pemilik PT Blueray Cargo, Jhon Field, membantah keras dakwaan suap Rp60 miliar ke pejabat Bea Cukai. Dina Lara Darmawati Butarbutar, S.H. menyebut impor Blueray justru 90% masuk jalur merah, bukan dipermudah.
“Faktanya kita bisa lihat nanti di pembuktian, setiap bulan itu Blueray tidak masuk jalur hijau, dia itu merah sampai 90 persen,” ujar Dina usai sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).
Dina menegaskan timnya hanya akan hadirkan lima saksi. Menurutnya itu cukup untuk membongkar fakta bahwa praktik pemberian uang ke oknum Bea Cukai bukan cuma dilakukan Blueray.
“Kami cukup lima karena sebenarnya patut diduga peristiwa pemberian-pemberian ini bukan hanya dilakukan oleh pihak Blueray. Semua saksi yang menerangkan adalah saksi dari Bea Cukai, bahwa mereka juga menerima sejumlah uang itu bukan hanya dari Blueray,” katanya.
Ia menduga praktik itu sudah sistemik. “Jangan-jangan ini sudah menjadi sistem, bukan karena ada pemberian sehingga Blueray mendapatkan keuntungan,” ucap Dina.
*Bantah Dapat Jalur Hijau*
Dina menolak narasi bahwa Blueray dapat kemudahan usai memberi uang. Data di dakwaan jaksa justru menyebut Blueray ditempatkan dalam _rules set targeting_ sehingga 90% barangnya masuk jalur merah.
“Kalau sampai 90 persen itu merah terus, ini bisa membuat perusahaan gulung tikar. Jadi tidak membuktikan bahwa setiap pemberian itu membuat jadi hijau,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penetapan jalur merah adalah kewenangan internal Bea Cukai. Hasil satker dinaikkan ke sistem hingga keluar nota dinas. “Akhirnya Blueray masuk dalam targeting 90 persen merah. Setiap bulan merah, bukan hijau.”
*Sengketakan Unsur Suap*
Soal dakwaan suap Rp60 miliar, Dina belum sependapat dengan konstruksi JPU. Menurutnya, suap harus ada timbal balik yang jelas, sementara dakwaan tidak menguraikan tujuan spesifik.
“Kita juga belum sependapat itu suap, karena kalau namanya suap itu kita memberikan sesuatu, eksesnya harus ada. Tujuannya untuk apa? Sedangkan di dakwaan tidak diuraikan secara jelas, hanya dibuat kumulatif untuk mempermudah proses barang Blueray, faktanya tidak dipermudah, merah terus 90 persen,” ujarnya.
Ia menuding pemberitaan yang menyebut Blueray selalu dapat jalur hijau sebagai “bohong besar”.


