-->

TERKINI

Akuisisi Rp11,8 Triliun, Kendali Raksasa Ritel MAPI Beralih ke Investor Singapura

lampumerahnews
Sabtu, 09 Mei 2026, 18.18 WIB Last Updated 2026-05-09T11:18:45Z

Lampumerahnews.id



Jakarta - Perubahan kepemilikan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mulai mengguncang pasar ritel nasional setelah perusahaan investasi asal Singapura, Pacific Universal Investments Pte Ltd, resmi mengambil alih 51 persen saham emiten tersebut senilai Rp11,8 triliun. Transaksi jumbo itu langsung mendorong saham MAPI melonjak lebih dari 12 persen di tengah perhatian investor terhadap masa depan jaringan ritel premium terbesar di Indonesia tersebut.


Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Pacific Universal Investments membeli sekitar 8,46 miliar lembar saham MAPI dengan harga Rp1.395 per saham. Akuisisi itu sekaligus mengalihkan posisi pengendali perusahaan dari PT Satya Mulia Gema Gemilang kepada investor baru berbasis Singapura.


Respons pasar terlihat cepat. Pada penutupan perdagangan Kamis (8/5/2026), saham MAPI ditutup menguat di level Rp1.455 per saham dengan kapitalisasi pasar diperkirakan mencapai Rp24,15 triliun.


Dalam dokumen keterbukaan informasi, transaksi tersebut juga akan diikuti penawaran tender wajib sesuai regulasi pasar modal yang berlaku di Indonesia.


Laporan media bisnis Filipina InsiderPH sebelumnya menyebut Philippine Competition Commission (PCC) telah menyetujui aksi korporasi tersebut karena dinilai tidak menimbulkan risiko persaingan usaha secara langsung.


“Perusahaan-perusahaan tersebut bukanlah pesaing langsung dan peritel mapan lainnya masih memberikan tingkat persaingan yang cukup,” tulis laporan InsiderPH mengutip keputusan regulator Filipina.


Praktisi hukum dan kebijakan publik Larshen Yunus menilai masuknya investor asing dalam pengendalian MAPI menunjukkan tingginya daya tarik sektor ritel Indonesia di kawasan ASEAN.


MAPI selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan ritel gaya hidup terbesar di Asia Tenggara yang membawahi berbagai merek global seperti Zara, Starbucks, Seibu hingga Foot Locker di Indonesia.


Masuknya investor asing dalam pengendalian MAPI diperkirakan membuka peluang ekspansi regional yang lebih agresif. Namun perubahan struktur kepemilikan perusahaan ritel besar itu juga mulai memunculkan perhatian terkait arah persaingan bisnis dan dominasi pasar ritel modern di kawasan ASEAN.


Akuisisi tersebut menjadi salah satu transaksi terbesar di sektor ritel nasional dalam beberapa tahun terakhir dan dinilai menunjukkan tingginya minat investor asing terhadap pasar konsumsi Indonesia.


(Red)

Komentar

Tampilkan

Terkini