Lampumerahnews.id
JAKARTA —Tradisi aklamasi di Kongres SBSI ’92 akhirnya pecah. Lewat pemungutan suara yang ketat, Sunarti kembali terpilih sebagai Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Independen '92 untuk periode 2026-2031.
Penetapan itu dilakukan dalam Kongres VII SBSI '92 yang digelar dua hari di Jakarta, Sabtu (25/4/2026). Berbeda dari kongres-kongres sebelumnya, kali ini pemilihan ketua umum berlangsung demokratis dengan dua kandidat bersaing: petahana Sunarti dan Ajat Sudrajat dari Jawa Barat.
Ketua Steering Committee Kongres VII, Hermawan, menyebut langkah ini sengaja diambil sebagai pendidikan politik bagi anggota. “Yang hadir banyak dari tingkat perusahaan. Biar tahu proses pengambilan keputusan tertinggi itu seperti ini,” ujarnya di Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2026).
Dari total 31 potensi suara, hanya 29 suara sah yang diperebutkan karena perwakilan Rembang berhalangan hadir. Suara berasal dari DPC, DPD, dan DPP. Hasil akhir, Sunarti meraih 18 suara, unggul atas Ajat Sudrajat yang memperoleh 11 suara.
“Kami ucapkan selamat kepada Ibu Sunarti atas terpilihnya menjadi Ketua Umum periode 2026-2031,” kata Hermawan.
Meski Sunarti kembali memimpin, Hermawan menilai munculnya Ajat sebagai penantang adalah sinyal positif. Di usia SBSI ’92 yang menginjak 34 tahun, regenerasi kader harus disiapkan.
“Ibu juga tidak akan selamanya di SBSI. Kalau aklamasi terus, figur-figur lain di daerah tidak akan kelihatan,” tegasnya.
Usai penetapan ketua umum, kongres masih berlanjut dengan agenda penyusunan struktur DPP, pembahasan AD/ART, dan Peraturan Organisasi. Hermawan optimistis semua agenda rampung tepat waktu karena poin-poin perubahan sudah dipahami peserta.
“AD/ART tidak semua dibahas pasal per pasal. Kawan-kawan sudah sangat paham mana yang harus diubah,” pungkasnya.


