-->

TERKINI

Mugiyanto: Gerakan Buruh dihargai, Era Baru dimulai

lampumerahnews
Kamis, 12 Februari 2026, 21.43 WIB Last Updated 2026-02-12T14:44:04Z

 


Lampumerahnews.id

Jakarta- Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto yang hadir di kegiatan Deklarasi Buruh Pelabuhan mengakui memiliki kedekatan emosional dengan gerakan Buruh dan menjadi nostalgia pada masa perjuangan beberapa tahun lalu. 

 

“ini kesempatan yang luar biasa, ibarat bahasa dejavu, rasanya seperti kembali lagi mungkin hampir 30 tahun yang lalu, 25 tahun yang lalu ketika saya bersama-sama dengan para buruh berjuang pada masa itu, masa Orde Baru. Jadi saya sangat bersemangat, sangat antusias bersama dengan bapak ibu dan kawan-kawan sekalian,” ujar Mugiyanto.


Ia menilai, dalam pemerintahan saat ini gerakan buruh mendapat perhatian dan pengakuan yang lebih besar dari negara. Menurutnya, salah satu bentuk pengakuan itu adalah kehadiran Presiden RI dalam peringatan Hari Buruh Internasional.


“Pemerintahan hari ini, para buruh, gerakan buruh mendapatkan privilage yang luar biasa dari pemerintah. Apa privilagenya? Ya privilagenya adalah pada bulan Mei yang lalu 2025 tanggal 1 Mei, dalam peringatan Hari Buruh di Monas, mungkin untuk yang pertama kalinya Presiden Republik Indonesia hadir di peringatan Hari Buruh 1 Mei. Saya pikir ini salah satu pencapaian, ini bentuk rekognisi, bentuk pengakuan pemerintah atas kaum buruh Indonesia,” katanya.


Sementara itu, Komisaris Pelindo Arief Poyuono menilai Indonesia beruntung memiliki Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya berpihak kepada buruh.


“Kesempatan di negeri ini yang sebenarnya kita beruntung punya presiden seperti presiden Prabowo Subianto karena belum ada presiden dalam catatan di Indonesia yang mau menaikan upah buruh atau upah buruh minimum nasional hingga 6,5 persen, catat itu,” ujar Arief.


“Saya tambahkan lagi semuanya teman-teman, bahwa perayaan buruh terbesar pertama kali di Indonesia itu adalah di Tanjung Priok dan itu adalah di Pelabuhan Tanjung Priok. Jadi wajar kalau kita kawan-kawan yang bekerja di pelabuhan harus jadi motor utama untuk pergerakan buruh di Indonesia yang tujuannya tentu saja pertama mensejahterakan rakyat Indonesia, itu tujuan utama kita,” terang Arief. 


Dodi Nurdiana, Ketua Umum SPPI Bersatu menambahkan, " Walaupun kegiatan Deklarasi Buruh Pelabuhan di bawah tenda tapi semangat juang kita yang akan membuat kita berhasil, Bismillah dari Utara untuk menancapkan sebuah komitmen dalam sebuah wadah, yang akan hari ini akan dil rasikan, yaitu Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia. Semoga apa yang menjadi cita-cita kita bersama, dalam organisasi ini, tentu yang paling utama adalah kemajuan negara, kemajuan pelabuhan, dan tentu kesejahteraan untuk kita semua."ungkap nya. 


Djusman Umar Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu Bersatu, yang disapa Bung Ale, menambah kan pembicaraan mengenai pelabuhan tidak bisa hanya menyoroti pengusaha, regulator, maupun operator semata, tetapi juga harus menempatkan buruh sebagai unsur utama di dalamnya.


“Karena itu kalau bicara pelabuhan tidak bisa lepas dari peran serta buruh. Kita bisa akui bahwa ada pengusaha, regulator kemudian operator, tapi ada manusia yang ada di dalamnya yaitu buruh pelabuhan,” tegasnya.


Menurut Ale pembentukan Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia merupakan bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan buruh sekaligus mendukung cita-cita pembangunan nasional.


" Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia merupakan bagian upaya mewujudkan kesejahteraan buruh sekaligus mendukung cita-cita pembangunan nasional, apalagi kami yang berada di Serikat pekerja Pelabuhan, Deklarasi ini adalah bentuk komitmen para Buruh, Serikat dan juga pemerintah. "Pungkasnya.


Komentar

Tampilkan

Terkini