-->

TERKINI

Buruh Pelabuhan Bersatu, Deklarasi untuk Perubahan

lampumerahnews
Kamis, 12 Februari 2026, 20.14 WIB Last Updated 2026-02-12T13:14:52Z

Lampumerahnews.id

Jakarta- Deklarasi Buruh Pelabuhan Indonesia yang digelar oleh lima Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia yaitu, FSP BUMN Bersatu( Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu ), SPPI Bersatu ( Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia Bersatu, FSBTN Federasi Serikat Pekerja Transportasi Nasional, FSBMN Federasi Serikat Buruha Maritim Nusantara dan SPTPS Serikat Pekerja Terminal Petikemas Surabaya di Sekretariat SPPI, Jakarta Utara. (12/2). 


Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto yang hadir di kegiatan Deklarasi mengakui memiliki kedekatan emosional dengan gerakan Buruh dan menjadi nostalgia pada masa perjuangan beberapa tahun lalu. 


“ini kesempatan yang luar biasa, ibarat bahasa dejavu, rasanya seperti kembali lagi mungkin hampir 30 tahun yang lalu, 25 tahun yang lalu ketika saya bersama-sama dengan para buruh berjuang pada masa itu, masa Orde Baru. Jadi saya sangat bersemangat, sangat antusias bersama dengan bapak ibu dan kawan-kawan sekalian,” ujar Mugiyanto.


Lebih lanjut, Mugiyanto menilai bahwa dalam pemerintahan saat ini, gerakan buruh mendapatkan perhatian dan pengakuan yang lebih besar dari negara.


“Pada pemerintahan hari ini, para buruh, gerakan buruh mendapatkan privilege (hak istimewa) yang luar biasa dari pemerintah. Apa privilegenya? Ya privilegenya adalah pada bulan Mei yang lalu 2025 tanggal 1 Mei, dalam peringatan Hari Buruh di Monas, mungkin untuk yang pertama kalinya Presiden Republik Indonesia Prabowo hadir di peringatan Hari Buruh 1 Mei. Saya pikir ini salah satu pencapaian, ini bentuk rekognisi, bentuk pengakuan pemerintah atas kaum buruh Indonesia,” katanya.


Menurutnya, kehadiran presiden dalam peringatan Hari Buruh merupakan pengakuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pergerakan buruh di Indonesia.


“Ini pengakuan luar biasa, mengapa? Karena sebelumnya tidak pernah terjadi. Saya masih ingat tahun 1995, itu untuk yang pertama kalinya sejak masa Orde Lama dulu, Hari Buruh 1 Mei diperingati di Semarang waktu itu dan apa yang terjadi? Kita semua dihajar tentara, kita dihajar, kita diburu, beberapa ditangkap, beberapa luka-luka. Itu 1 Mei 1995, saya berada di sana pada waktu itu,” ungkapnya.


Ia menambahkan bahwa pada masa itu gerakan buruh kerap dipandang sebagai ancaman bagi negara. Namun kini, menurutnya, situasi telah berubah secara signifikan.

Komentar

Tampilkan

Terkini