Lampumerahnews.id
Jakarta, - Sejumlah kalangan mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk mengevaluasi kinerja Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta dan Ketua DPRD Khususnya Komisi D yang membidangi pembangunan.
Tidak hanya itu, akan mendesak Kejaksaan untuk dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang bertanggung jawab mulai dari Kepala Dinas Bina Marga selaku Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) hingga Kontraktor pelaksana untuk semua kegiatan tersebut,” tegas Luhandry. S.E., S.H.
Pasalnya, hanya hitungan beberapa bulan peningkatan jalan dengan Beton Rapid Setting di Jalan Akses Marunda, dimulai dari BKT, Jembatan STIP hingga menuju arah Tanjung Priok Jakarta utara sudah hancur dan pecah,” ujarnya.
Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melaporkan kegiatan yang dilaksanakan kontraktor pelaksana ke pihak yang berkompeten untuk segera dilakukan pemerikasaan terhadap penggunaan uang rakyat, “masa baru 6 bulan sudah terjadi pecah dan rusak parah?” tutup Luhandry selaku pemerhati pembangunan dan pegiat media social. Kamis. (5/2/2026).
Diketahui perbaikan tersebut dilakukan sekitar Bulan Juli 2026 dengan menggunakan APBD yang bersumber dari hasil keringat masyarakat yang dibayar lewat pajak.
Konon katanya, tujuan perbaikan jalan tersebut guna untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dengan permukaan jalan yang rata hingga untuk meningkatkan efisiensi dan mobilitas transportasi di wilayah tersebut.
Hanya saja, pekerjaan yang dipihak ketigakan tersebut dengan anggaran yang sangat spektakuler hanya bertahan beberapa bulan. ( 6 bulan-Red).
Pantauan dilapangan akibat jalan akses marunda menuju Tanjung Priok Jakarta utara, hampir tiap hari terjadi kecelakaan dan bahkan memakan korban jiwa,” jelas Eko.
Hal yang sama, Rahmat juga mengakui, sepanjang BKT hungga Jembatan STIP dan Pasar Bebek hingga jembatan SMPN 244 tampak jalan berlubang dan hampir tiap hari terjadi kecelakaan bahkan merengut nyawa.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Ir.Heru Suwondo belum terkonfirmasi.
Diwaktu yang berbeda, Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Benny Situmorang saat dikonfirmasi,” terimakasih informasinya akan kami tindak lanjuti, karena masih masa pemeliharaan dan pihak kontraktornya,” lewat Aplikasi WhatsApp miliknya. Selasa.(27/1/2026)


