-->

TERKINI

Pengundian Huntap Aceh Tamiang Diuji, Transparansi Redam Kecurigaan Warga

lampumerahnews
Senin, 04 Mei 2026, 13.12 WIB Last Updated 2026-05-04T06:13:14Z

Lampumerahnews.id



Aceh Tamiang - Pengundian 200 unit hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang di Aceh Tamiang mulai dilakukan secara terbuka di Aula Setdakab, Minggu (3/5/2026), di tengah tekanan kebutuhan hunian yang masih terbatas. Langkah ini ditempuh pemerintah untuk meredam potensi kecurigaan publik dan memastikan distribusi bantuan berjalan adil bagi warga terdampak.


Proses pengundian tahap awal di kawasan Tanjung Seumantoh itu dilakukan setelah verifikasi penerima, melibatkan pemerintah daerah dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sebagai pihak yang membiayai dan membangun huntap melalui bantuan kemanusiaan non-APBN/APBD. Skema terbuka dipilih untuk menjawab kekhawatiran warga di tengah tingginya kebutuhan hunian tetap pascabencana.


Bupati Armia Pahmi menegaskan, mekanisme ini dirancang untuk menutup ruang praktik titipan maupun pilih kasih.


“Pengundian nomor rumah dilakukan secara terbuka agar adil, tidak ada titipan, dan tidak ada pilih kasih. Semua calon penerima memiliki hak yang sama. Siapapun yang dapat nomor berapa, itulah rezekinya,” ujarnya.


Ia menilai, percepatan pembangunan huntap Aceh Tamiang tidak cukup hanya menghadirkan rumah, tetapi juga harus menjaga kepercayaan publik terhadap proses penyaluran bantuan yang transparan dan akuntabel.


Sementara itu, Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Mujianto menegaskan pembangunan huntap terus dikebut tanpa penundaan, mengingat kondisi warga yang masih membutuhkan kepastian tempat tinggal.


“Jika kami tunda sehari, berarti kami telah menyusahkan masyarakat. Sehingga proses pembangunannya harus cepat dan tepat,” katanya.


Program huntap ini menjadi bagian dari pemulihan banjir bandang Aceh Tamiang, dengan kebutuhan hunian permanen yang masih mencapai ribuan unit. Kehadiran 200 unit di Tanjung Seumantoh menjadi langkah awal, namun sekaligus menguji konsistensi pemerintah dalam menjaga transparansi di tengah keterbatasan.


Ke depan, skema pengundian terbuka ini diperkirakan akan menjadi tolok ukur kepercayaan publik terhadap program lanjutan huntap Aceh Tamiang, terutama saat jumlah bantuan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan seluruh warga terdampak.



(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini