Lampumerahnews.id
Aceh Tamiang - Pembukaan jalan melalui program TMMD Reguler ke-128 di Desa Suka Makmur mulai menggerakkan ekonomi warga, membuka akses distribusi hasil kebun dan mobilitas harian, namun di saat bersamaan muncul kekhawatiran terhadap daya tahan infrastruktur jika tidak diikuti perawatan pasca program.
Sejak dimulai pada 22 April 2026, pengerjaan badan jalan dan pelat beton menjadi titik paling terasa dampaknya. Jalur yang sebelumnya sulit dilalui kini mulai menghubungkan permukiman dengan lahan pertanian, memangkas waktu tempuh sekaligus biaya angkut.
Ketua Tim Wasev Mabes TNI, Andrian Siregar, menilai partisipasi warga menjadi kunci agar manfaat program tidak berhenti di tahap pembangunan.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini membuktikan sinergi antara TNI dan rakyat terjalin dengan baik,” ujarnya.
Wadansatgas TMMD, Lili Fitriadi, menekankan bahwa dampak sosial menjadi ukuran utama keberhasilan program.
“TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga membangun semangat gotong royong,” katanya.
Di lapangan, akses yang terbuka mulai memberi ruang bagi peningkatan aktivitas ekonomi warga. Namun, tanpa sistem perawatan yang jelas, jalan dan fasilitas desa berpotensi cepat rusak, terutama saat musim hujan.
Kondisi ini menempatkan pemerintah daerah dan masyarakat sebagai penentu keberlanjutan manfaat TMMD. Jika tidak dijaga, peluang ekonomi yang mulai tumbuh dikhawatirkan hanya bersifat sementara dan tidak memberi perubahan signifikan bagi desa.
(Kamalruzamal)


