Lampumerahnews.id
Karang Baru - Warga terdampak banjir Aceh Tamiang di Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, hingga kini masih menunggu kepastian pembangunan hunian tetap (huntap) di tengah kondisi yang dinilai rawan. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang saat ini tengah memperjuangkan ketersediaan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Seumadam sebagai lokasi relokasi, sementara ratusan warga masih bertahan di hunian sementara pascabencana.
Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah pusat saat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turun langsung meninjau lokasi terdampak, Sabtu (4/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memastikan proses penyiapan huntap terus berjalan meski dihadapkan pada sejumlah kendala, termasuk status lahan dan kondisi geografis wilayah yang rawan.
Tito Karnavian menjelaskan bahwa kawasan Sekumur tidak memungkinkan untuk pembangunan permanen tanpa kajian khusus karena tingkat kerawanan yang tinggi.
“Jika lahan sudah clear, pembangunan huntap akan segera dilaksanakan oleh kementerian terkait. Targetnya sekitar tiga bulan setelah data dan kesiapan lahan terpenuhi. Masyarakat tidak perlu khawatir karena telah tersedia hunian sementara,” ujarnya.
Di lapangan, keterlambatan pembangunan huntap membuat sebagian warga masih bergantung pada hunian sementara dengan fasilitas terbatas. Akses terhadap listrik dan air bersih di beberapa titik juga masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sendiri terus berupaya mempercepat proses penyediaan lahan melalui skema pemanfaatan HGU PT Seumadam. Langkah ini dinilai krusial agar relokasi warga terdampak banjir Aceh Tamiang dapat segera dilakukan ke kawasan yang lebih aman dan layak huni.
Selain persoalan hunian tetap, pemulihan di Kecamatan Sekerak juga dihadapkan pada kendala infrastruktur, termasuk akses jalan menuju Kampung Sekumur yang sempat tertutup longsor. Kondisi ini berdampak pada distribusi bantuan dan percepatan pembangunan di wilayah tersebut.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi banjir Aceh Tamiang, termasuk memastikan warga terdampak segera mendapatkan kepastian tempat tinggal yang aman. Hingga saat ini, hunian sementara masih menjadi solusi jangka pendek sembari menunggu realisasi pembangunan huntap yang ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan.
(Kamalruzamal)


