-->

TERKINI

Tito Karnavian Salurkan Bantuan Banjir Aceh Tamiang, Sekerak Jadi Fokus

lampumerahnews
Senin, 06 April 2026, 12.11 WIB Last Updated 2026-04-06T05:12:24Z

 

Lampumerahnews.id 


Karang Baru - Banjir Aceh Tamiang yang berdampak pada ratusan kepala keluarga di Kecamatan Sekerak mendapat perhatian langsung pemerintah pusat, saat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turun ke lokasi, Sabtu (4/4/2026).


Didampingi Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi dan Wakil Bupati Ismail, Mendagri meninjau kampung terdampak seperti Lubuk Sidup, Tanjung Gelumpang, dan Sekumur, sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga yang masih bertahan di pengungsian.


Kunjungan ini difokuskan pada percepatan pemulihan pascabanjir Aceh Tamiang, terutama di wilayah dengan dampak terberat seperti Kecamatan Sekerak. Pemerintah memastikan distribusi bantuan berjalan serta meninjau langsung kondisi hunian sementara, akses jalan, hingga ketersediaan listrik dan air bersih yang masih menjadi kendala di sejumlah titik.


Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat di Aceh Tamiang.


“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Menteri Dalam Negeri yang terus memantau dan mendukung proses pemulihan di Aceh Tamiang,” ujarnya.


Sementara itu, Tito Karnavian menegaskan bahwa penanganan banjir Aceh Tamiang menunjukkan perkembangan positif, ditandai dengan menurunnya jumlah pengungsi dibandingkan awal kejadian.


“Seluruh unsur bergerak cepat sesuai arahan Presiden, dan pemerintah akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” kata Tito.


Ia menyebut pemerintah memberi perhatian khusus bagi warga terdampak berat di Kecamatan Sekerak yang masih tinggal di tenda darurat. Bantuan yang disalurkan meliputi uang lauk pauk Rp15 ribu per orang per hari, bantuan perabotan Rp3 juta, serta bantuan ekonomi Rp5 juta per kepala keluarga untuk membantu pemulihan kehidupan warga.


Selain itu, pemerintah terus melakukan pemantauan lapangan guna mengatasi berbagai kendala. Di Kampung Lubuk Sidup, hunian sementara telah selesai dibangun, namun masih terkendala listrik dan air bersih. Sementara di Kampung Sekumur, pembangunan sempat terhambat akibat longsor yang menutup akses jalan menuju lokasi.


Terkait hunian tetap, pemerintah menilai kawasan Sekumur sebagai daerah rawan sehingga memerlukan penanganan khusus. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang tengah memperjuangkan lahan HGU PT Seumadam sebagai lokasi relokasi warga terdampak banjir Aceh Tamiang.


“Jika lahan sudah clear, pembangunan huntap akan segera dilaksanakan oleh kementerian terkait. Targetnya sekitar tiga bulan setelah data dan kesiapan lahan terpenuhi. Masyarakat tidak perlu khawatir karena telah tersedia hunian sementara,” ujarnya.


Dalam kunjungan tersebut, Mendagri juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 185 kepala keluarga di Kampung Lubuk Sidup dan 276 kepala keluarga di Kampung Sekumur. Bantuan meliputi uang tunai, paket sembako, perlengkapan dapur, toren air, hingga perlengkapan ibadah untuk mendukung kebutuhan dasar warga.


Kepala Pos Wilayah Aceh, Safrizal ZA, menambahkan penyaluran 1.000 paket dapur merupakan bagian dari program Paket Hidup Dasar guna mendorong kemandirian pangan masyarakat terdampak. Pemerintah juga merencanakan pembangunan sumur bor di sejumlah titik di Aceh Tamiang sebagai solusi jangka panjang untuk kebutuhan air bersih dan sanitasi.


Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi banjir Aceh Tamiang, tidak hanya pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga memastikan kehidupan dan ekonomi warga terdampak dapat kembali pulih secara bertahap.



(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini