Lampumerahnews.id
Banda Aceh - Peningkatan jumlah penduduk perkotaan menjadi tantangan serius yang harus direspons dengan perencanaan matang, sebagaimana disampaikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah I APEKSI 2026 di Banda Aceh, Senin (20/4). Ia menyoroti pentingnya tata ruang kota yang berkelanjutan untuk menjaga kualitas hidup masyarakat.
Menurut Tito, sekitar 56 persen penduduk Indonesia kini tinggal di wilayah perkotaan. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk tidak hanya membangun kawasan komersial, tetapi juga memastikan tersedianya ruang terbuka hijau dan fasilitas ramah pejalan kaki.
“Kota yang bagus adalah kota yang memiliki desain tata ruang yang baik, memperbanyak ruang hijau, dan ramah bagi pejalan kaki, karena itu akan menunjang kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan, tanpa perencanaan yang baik, urbanisasi berpotensi memicu persoalan baru seperti kepadatan penduduk, penurunan kualitas lingkungan, hingga meningkatnya beban layanan publik di perkotaan.
Konsep kota hijau dan ramah manusia menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan kota berkelanjutan yang kini mulai diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.
(Kamalruzamal)


