-->

TERKINI

Dinyatakan Tidak Terbukti Bersalah, Nadiem Makarim Ungkap Penyesalan Terkait Budaya Birokrasi

lampumerahnews
Rabu, 15 April 2026, 17.24 WIB Last Updated 2026-04-15T10:24:16Z

Lampumerahnews.id


 Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan para tokoh politik. Pernyataan tersebut disampaikannya usai menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2026).


Dalam keterangannya kepada awak media, Nadiem mengungkapkan rasa syukur setelah melewati masa tujuh bulan penahanan. Ia menegaskan bahwa tuduhan terhadap dirinya tidak terbukti.


“Terima kasih teman-teman media. Saya hari ini mau bercerita sedikit. Saya sudah 7 bulan di penjara dan walaupun alhamdulillah saya bersyukur bahwa semua tuduhan tidak terbukti,” ucapnya.


Nadiem juga menyoroti gaya kepemimpinannya selama menjabat yang dinilai terlalu progresif dan kurang memperhatikan norma birokrasi yang berlaku. Ia mengakui membawa banyak tenaga profesional dari luar yang memicu gesekan di internal.


"Saya ingin mengakui ini, bahwa saya masuk mungkin tidak selalu menghormati budaya birokrasi. Saya bawa banyak sekali orang dari luar masuk ke dalam, para profesional muda yang mungkin menciptakan gesekan-gesekan," ujarnya.


Selain itu, ia mengakui kekurangannya dalam menjalankan fungsi politik dan sosial sebagai pejabat negara. Menurutnya, fokus berlebihan pada profesionalisme kerja membuatnya kurang memperhatikan aspek komunikasi dengan berbagai pihak.


"Saya mungkin kurang santun dalam cara penyampaian saya. Saya kurang menghormati dan kurang sowan kepada tokoh-tokoh, baik masyarakat maupun politik. Saya salah tidak memahami bahwa sebagian dari tugas saya adalah fungsi politik," tambahnya.


Dengan nada rendah hati, Nadiem menyampaikan permohonan maaf atas segala ucapan maupun sikap yang mungkin menyinggung selama menjabat sebagai menteri.


"Untuk itu saya ingin sekali mohon maaf. Saya ingin mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada ucapan-ucapan atau perilaku saya pada saat menjadi Menteri yang tidak berkenan," tuturnya.


Ia juga mengungkapkan bahwa masa tujuh bulan terpisah dari keluarga menjadi pengalaman yang sangat berat. Meski demikian, Nadiem mengaku tetap optimistis dan terinspirasi oleh tokoh-tokoh sejarah Indonesia yang pernah mengalami pengorbanan lebih besar.


"Hal itu memberikan saya kekuatan, memberikan saya inspirasi, dan itulah alasan kenapa bahkan dalam situasi terpuruk seperti ini, saya masih optimistis. Saya masih mencintai negara saya, saya percaya ujungnya keadilan itu masih menjadi azas dasar dari negara Indonesia yang saya cintai ini," ujarnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini