Lampumerahnews.id
Karang Baru - Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang terus berjalan dengan progres mencapai sekitar 50 persen hingga awal April 2026. Sebanyak 150 unit rumah yang dibangun di Kampung Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, ditargetkan segera rampung agar masyarakat terdampak dapat menempati hunian permanen yang layak.
Proyek pembangunan huntap tersebut dikerjakan oleh Mabes Polri sebagai bagian dari dukungan penanganan pascabencana. Saat ini, sebagian warga masih bertahan di hunian sementara sambil menunggu penyelesaian pembangunan rumah permanen.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan harapannya agar proses pembangunan dapat dipercepat sehingga warga tidak terlalu lama tinggal di huntara.
“Kami berharap dalam waktu dekat pembangunan dapat diselesaikan sehingga masyarakat dapat segera menempati hunian tetap yang layak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hunian tetap yang dibangun memiliki dua tipe konstruksi, yakni rumah berbahan beton dan kayu, dengan desain yang telah disesuaikan standar hunian layak. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga terus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Bantuan tersebut mencakup stimulan perumahan, bantuan ekonomi, hingga jaminan hidup untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan.
Langkah percepatan pembangunan huntap ini menjadi bagian penting dari strategi pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang, sekaligus memastikan masyarakat tidak lagi bergantung pada hunian darurat dalam waktu lama.
(Kamalruzamal)


