Lampumerahnews.id
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka proyek revitalisasi dua pasar tradisional di Jakarta Utara, yakni Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya, pada Senin (6/4/2026). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memodernisasi infrastruktur ekonomi kerakyatan di ibu kota.
Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan apresiasi kepada Perumda Pasar Jaya yang saat ini mengelola 153 pasar di seluruh Jakarta. Ia menekankan bahwa revitalisasi pasar sangat krusial karena peran strategisnya dalam kehidupan masyarakat.
"Saya menyetujui untuk beberapa pasar dilakukan revitalisasi, perbaikan... Karena saya tahu bahwa pasar bagi Jakarta itu mempunyai peran yang sangat strategis untuk berbagai kegiatan interaksi sosial, ekonomi, dan juga dalam banyak hal membawa ketentraman," ujar Pramono Anung.
Selain perbaikan fisik, Pramono mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran di pasar-pasar tradisional. Penggunaan metode pembayaran digital seperti QRIS dinilai efektif dalam meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus menekan angka kriminalitas.
"Cara pembayaran dengan digital yang telah kita lakukan... meningkatkan 47% transaksinya juga menjadi lebih baik. Dan yang paling penting dan paling utama adalah dengan QRIS digitalisasi itu akan secara signifikan juga mengurangi copet. Karena selama ini ya kalau mau copet kartu kan nggak bisa, yang dicopet ya pasti uang cash," tambahnya.
Khusus untuk Pasar Kramat Jaya, revitalisasi ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi para pedagang dan masyarakat sekitar. Dengan luas area mencapai 2.600 meter persegi, pasar ini direncanakan akan menjadi pusat kegiatan sosial-ekonomi yang lebih modern.
"Akan dibangun sebuah pasar baru, mudah-mudahan ini akan memberikan ruang bagi masyarakat terutama yang ada di Jakarta Utara karena Kramat Jaya ini 2.600 meter persegi akan dibangun beberapa kios dan mudah-mudahan akan membuka ruang sosial, ekonomi, budaya," jelas Pramono.
Penutupan acara ditandai dengan pernyataan resmi dimulainya proyek tersebut. Pramono berharap revitalisasi ini menjadi model kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, BUMD, dan masyarakat dalam menata ekonomi dari tingkat paling bawah.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini tanggal 6 April tahun 2026, groundbreaking Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya secara resmi dimulai," tuturnya.


