Lampumerahnews.id
Jakarta, Pemerintah Kelurahan Pegangsaan Dua menggelar rapat koordinasi penting terkait rencana pembangunan turap sarana prasarana (sapras) di Kali Cakung Lama, sekaligus membahas berbagai hambatan teknis di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan utilitas milik PAM Jaya dan PLN. Rapat ini dilaksanakan di Kantor Kelurahan Pegangsaan Dua dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Kelurahan (Sekkel).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain perwakilan dari Kecamatan melalui Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Kasie Etbang), Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Kasatpel LH), Kepala Satuan Pelaksana Bina Marga (Kasatpel Bina Marga), serta perwakilan dari PLN dan PAM Jaya. Turut hadir pula Ketua RW 03, staf kelurahan, serta perwakilan warga dari masing-masing RT yang berada di jalur terdampak.
Dalam rapat tersebut, fokus utama pembahasan adalah rencana pembangunan turap di sepanjang Kali Cakung Lama yang dinilai mendesak untuk meningkatkan keamanan lingkungan dan mencegah potensi longsor maupun banjir. Namun demikian, pelaksanaan pekerjaan menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keberadaan jaringan utilitas bawah tanah seperti pipa air milik PAM Jaya dan jaringan listrik milik PLN.
Dari hasil inventarisasi di lapangan, diketahui terdapat sekitar 10 titik persilangan (crossing) utilitas yang perlu mendapatkan penanganan khusus sebelum pekerjaan konstruksi turap dapat dilaksanakan secara optimal. Jalur pipa (viva) yang melintasi setiap RT menjadi perhatian utama, mengingat posisinya yang berpotensi menghambat proses pembangunan jika tidak dilakukan penyesuaian teknis terlebih dahulu.
Perwakilan dari PAM Jaya dan PLN menyampaikan komitmennya untuk mendukung kelancaran proyek tersebut, termasuk dengan melakukan penyesuaian atau relokasi jaringan utilitas yang terdampak. Namun, mereka juga menekankan pentingnya perencanaan teknis yang matang agar proses pemindahan tidak mengganggu layanan kepada masyarakat.
Sementara itu, pihak kelurahan menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah daerah, sehingga diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi dan berkoordinasi dengan baik. Arahan dari tingkat gubernur juga menekankan agar pekerjaan ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti, dengan tetap memperhatikan aspek teknis, keselamatan, dan kepentingan masyarakat.
Ketua RW 03 dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar proses pembangunan dapat segera direalisasikan, mengingat kondisi turap yang ada saat ini sudah memprihatinkan. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang transparan kepada warga, terutama yang berada di titik-titik crossing, agar tidak terjadi kesalahpahaman selama proses pengerjaan berlangsung.
Sebagai tindak lanjut, rapat menyepakati perlunya survei teknis lanjutan di seluruh titik crossing, penyusunan metode kerja yang terintegrasi antarinstansi, serta penjadwalan ulang pekerjaan dengan mempertimbangkan kesiapan relokasi utilitas.
Dengan adanya koordinasi lintas sektor ini, diharapkan pembangunan turap Kali Cakung Lama dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, serta menjadi contoh sinergi antara pemerintah, penyedia utilitas, dan warga dalam pembangunan infrastruktur perkotaan.kipray


