Lampumerahnews.id
Jakarta – Kabar mundurnya sejumlah pengurus inti mengguncang internal Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Bendahara Umum PKN, Mirwan Amir, menyatakan dirinya bersama 20 pengurus lain resmi mengundurkan diri sejak 1 Maret, menyusul langkah Anas Urbaningrum yang lebih dulu melepas jabatannya di partai.
Mirwan menegaskan, keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama yang diambil secara sadar oleh masing-masing pengurus tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.
"Kita sama-sama untuk menyatakan dengan membuat surat, kita mengundurkan diri dari Partai Kebangkitan Nusantara. Jadi tidak ada yang dikatakan titip-titip lah. Jadi itu semuanya pengurus dengan kesadaran mereka sendiri untuk mengundurkan diri," ujar Mirwan Amir saat ditemui di Hotel Artotel Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa kehadiran AU menjadi faktor utama yang mendorong para pengurus bergabung dan membangun PKN sejak awal. Menurutnya, figur A dinilai sebagai tokoh sentral dalam perjalanan partai tersebut.
"Sebenarnya ya, kita ikut PKN atau membentuk partai PKN ini kan semuanya karena faktor AU. Dialah tokoh yang kita harapkan untuk bisa menjalankan Partai Kebangkitan Nusantara ini," ungkapnya.
Lebih lanjut, Mirwan menyebut keputusan Anas mundur tidak lepas dari kesibukan pribadi yang kini menjadi prioritas utama.
"Anas punya kesibukan pribadi yang tidak bisa apa namanya tidak bisa dielakkan, dia lebih fokus untuk mengurus hal pribadi. Mengatakan kalau menjabat pengurus PKN ini kan mengurus partai politik ini kan menyita waktunya sangat luar biasa lah ya," tambahnya.
Perubahan struktur kepengurusan yang terjadi secara mendadak ini sempat mengejutkan banyak pihak, termasuk di internal partai, lantaran tidak melalui mekanisme Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Namun, Mirwan menjelaskan bahwa hal tersebut tetap sesuai dengan aturan yang tertuang dalam AD/ART partai.
"Saya juga sebagai pengurus bendahara umum juga kaget... ?. Ternyata memang di AD/ART-nya sudah bisa mengundurkan diri itu hanya kesepakatan Ketua Majelis Agung sama Ketua Umum," jelasnya.
Terkait langkah politik selanjutnya, Mirwan menegaskan dirinya akan tetap mengikuti arahan A. Ia mengibaratkan posisinya sebagai bagian dari barisan yang siap menjalankan keputusan sang tokoh.
"Saya tunggu arahan dari AU saja... Saya nih kan pasukan yang di belakang. Kalau beliau bilang kita akan gini, oke kita jalanin," tegas Mirwan.
Meski memilih mundur, Mirwan tetap memberikan dukungan kepada GPS untuk melanjutkan kepemimpinan dan membesarkan PKN. Ia optimistis partai tersebut masih memiliki peluang untuk bersaing pada Pemilu 2029.
"Saya yakin dengan Pak P, Pak P adalah orang yang hebat, orang yang kerja keras, dan saya ada keyakinan Pak P bisa membesarkan partai politik ini dan bisa juga menjadi peserta pemilu di tahun 2029," pungkasnya.


