Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG - Guru sekolah dasar kini mulai menghadapi tantangan baru di ruang kelas. Perhatian siswa semakin mudah teralihkan oleh ponsel, video pendek, dan media sosial, sehingga metode belajar konvensional perlahan mulai ditinggalkan. Kondisi itu mendorong guru-guru di Kabupaten Aceh Tamiang mencari cara agar proses belajar tetap menarik dan tidak membosankan bagi siswa.
Situasi tersebut terlihat dalam kegiatan lomba membuat media pembelajaran dan model pembelajaran yang digelar Forum Kelompok Kerja Guru Sekolah Dasar (FKKG SD) Kabupaten Aceh Tamiang dalam rangka Milad ke-16 organisasi itu, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang diikuti guru SD se-Kabupaten Aceh Tamiang tersebut menjadi ajang menampilkan kreativitas guru dalam menciptakan metode pembelajaran yang lebih interaktif.
Dalam kegiatan itu, para guru menampilkan beragam alat peraga hasil kreativitas sendiri, mulai dari media pembelajaran berbasis gambar, permainan edukatif, hingga metode interaktif yang dirancang agar siswa lebih mudah memahami pelajaran di kelas.
Menurut sejumlah guru, pendekatan belajar yang monoton kini semakin sulit mempertahankan perhatian siswa di kelas. Karena itu, kreativitas mengajar mulai menjadi kebutuhan penting dalam dunia pendidikan saat ini.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRA yang membidangi pendidikan, Zakiruddin. Dalam sambutannya, ia menyatakan dukungan terhadap upaya para guru dalam mengembangkan kreativitas pembelajaran di sekolah.
Zakiruddin menilai perubahan dunia pendidikan menuntut guru terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kegiatan yang mendorong lahirnya inovasi pembelajaran perlu mendapat perhatian bersama agar kualitas pendidikan di daerah terus meningkat.
Ia juga menyampaikan pentingnya dukungan fasilitas dan pelatihan bagi guru agar inovasi pembelajaran tidak berhenti sebatas kegiatan lomba tahunan. Selain itu, Zakiruddin turut menyatakan komitmennya untuk membantu mendukung kegiatan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran di Aceh Tamiang.
Wakil Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Tamiang, Mukhlis NT, menilai perubahan pola belajar siswa saat ini membuat guru harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Guru sekarang tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Mereka juga harus mampu menghadirkan suasana belajar yang menarik agar siswa tetap fokus dan semangat mengikuti pembelajaran,” kata Mukhlis NT.
Menurut Mukhlis, guru saat ini tidak lagi cukup mengandalkan metode ceramah di kelas karena pola belajar anak sudah berubah mengikuti perkembangan teknologi digital.
Ia menyebut kegiatan seperti yang dilakukan FKKG SD Aceh Tamiang penting untuk mendorong lahirnya inovasi pembelajaran di sekolah. Selain memperkuat kemampuan guru, kegiatan itu juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar pendidik di daerah.
“Ini bukan sekadar lomba atau seremoni organisasi guru. Yang paling penting adalah bagaimana guru bisa terus berinovasi agar pembelajaran tidak monoton dan siswa lebih mudah memahami materi,” ujarnya.
Seiring berkembangnya teknologi pendidikan, sebagian guru kini mulai memanfaatkan platform digital seperti Kahoot (kahoot.com), Quizizz (quizizz.com), Canva (canva.com), hingga Wordwall (wordwall.net) untuk membuat pembelajaran lebih interaktif.
Namun di lapangan, perubahan itu juga menghadirkan tantangan tersendiri. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas internet dan perangkat yang memadai. Di sejumlah sekolah pinggiran, masih ada guru yang harus menggunakan kuota pribadi hingga mencari titik sinyal agar materi pembelajaran dapat berjalan lancar.
Kondisi tersebut membuat guru dituntut tidak hanya kreatif dalam mengajar, tetapi juga mampu beradaptasi dengan keterbatasan fasilitas yang ada.
Di tengah derasnya pengaruh teknologi digital terhadap anak-anak, guru kini tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga harus mampu merebut kembali perhatian siswa di ruang kelas.
(Kamalruzamal)


