Lampumerahnews.id
JAKARTA – Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudin TKTE) Jakarta Utara berkomitmen mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas. Hal ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama PT Asianagro Agungjaya (APICAL) dalam menggelar Pelatihan Peningkatan Efisiensi Produk bagi para wirausaha binaan, Selasa (14/4).
Program ini difokuskan pada edukasi pemakaian bahan baku yang tepat dan bernilai tinggi. Tujuannya jelas: agar produk yang dihasilkan para pelaku usaha lokal memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar.
Kepala Suku Dinas TKTE Jakarta Utara, Noviar Dinaryanti, menekankan bahwa efisiensi merupakan kunci utama keberlanjutan sebuah usaha. Ia menyoroti kendala klasik yang sering dihadapi UMKM, yakni tingginya Harga Pokok Penjualan (HPP) akibat pengelolaan bahan baku yang kurang optimal.
“Banyak UMKM kita produknya bagus, tapi boros bahan baku atau salah pilih material. Akibatnya HPP tinggi dan untung menjadi tipis. Lewat kolaborasi dengan APICAL, kami mengajarkan cara menghitung, memilih, dan mengolah bahan yang tepat sehingga margin keuntungan naik namun kualitas tetap terjaga,” ujar Noviar.
Sebagai perusahaan yang bergerak di industri hilir kelapa sawit, APICAL berbagi pengalaman panjang dalam memanfaatkan turunan sawit menjadi produk bernilai tambah. Senior Manager APICAL menjelaskan bahwa prinsip utama yang dibagikan adalah pengenalan karakter bahan untuk memaksimalkan fungsinya.
“Dari satu tetes sawit bisa menjadi minyak goreng, margarin, sabun, kosmetik, hingga oleochemical. Prinsipnya sama: kenali karakter bahan dan maksimalkan fungsi. Itulah yang kami bagikan kepada para binaan Sudin TKTE JU,” ungkapnya.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga simulasi praktis yang meliputi:
Bedah HPP: Simulasi perhitungan biaya produksi sebelum dan sesudah substitusi bahan.
Praktik Cerdas Bahan: Strategi memilih bahan baku lokal yang multifungsi dan bernilai jual tinggi.
Demo Produk: Pembuatan sabun, cookies, dan lilin aromaterapi menggunakan formulasi efisien dari turunan sawit.
Standardisasi: Tips menjaga konsistensi kualitas meskipun terjadi pergantian bahan baku.
Program ini ditargetkan menjangkau 150 binaan Jakpreneur yang dibagi dalam tiga angkatan sepanjang Mei hingga Juli 2026. Menariknya, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan singkat, tetapi juga pendampingan selama 90 hari, fasilitasi NIB dan PIRT, serta kurasi bagi 20 produk terbaik untuk masuk ke dalam katalog pengadaan APICAL.
Sinergi antara Sudin TKTE Jakarta Utara dan APICAL ini sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada pilar Aman dan Sehat melalui penciptaan wirausaha yang produktif serta berkelanjutan.
Bagi warga Jakarta Utara yang ingin bergabung, pendaftaran angkatan berikutnya telah dibuka secara gratis melalui kantor Sudin TKTE Jakarta Utara atau melalui akun Instagram resmi @jakpreneur.tkteju.


