-->

TERKINI

Shalat Idul Fitri 1447 H Aceh Tamiang di Pendopo, Bachtiar Nasir Jadi Khatib

lampumerahnews
Jumat, 20 Maret 2026, 16.24 WIB Last Updated 2026-03-20T09:24:59Z

Lampumerahnews.id 


Aceh Tamiang — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan memusatkan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Pendopo Bupati, Kota Kualasimpang, Sabtu (21/3/2026) pukul 07.00 WIB. Kegiatan Shalat Idul Fitri Aceh Tamiang ini terbuka untuk masyarakat umum dan menghadirkan ustadz nasional Bachtiar Nasir, sekaligus menjadi momentum memperkuat syiar Islam dan kebersamaan warga pascabencana yang sempat melanda wilayah tersebut.


Pelaksanaan shalat ied ini dirancang tidak hanya sebagai ibadah tahunan, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi dan pemulihan sosial masyarakat. Jamaah dari berbagai kecamatan diperkirakan akan memadati kawasan Pendopo Bupati, terutama dalam suasana lebaran yang datang setelah masa sulit akibat bencana.


Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, mengajak masyarakat untuk hadir bersama dalam momentum tersebut.


“Ustadz ini hadir secara sukarela karena cintanya dengan masyarakat kita. Mari bersama-sama kita hadir berkumpul mengumandangkan takbir seraya berdoa kebangkitan Aceh Tamiang kembali,” ajaknya.


Ustadz Bachtiar Nasir dikenal sebagai dai nasional yang aktif berdakwah di berbagai daerah di Indonesia. Ia memiliki latar belakang pendidikan keislaman dari Timur Tengah dan kerap menyampaikan ceramah bertema ukhuwah Islamiyah, kepedulian sosial, serta penguatan nilai-nilai keumatan. Kehadirannya dalam Shalat Idul Fitri di Aceh Tamiang diharapkan memberi penguatan spiritual bagi masyarakat yang sedang bangkit dari dampak bencana.


Usai pelaksanaan shalat ied, agenda dilanjutkan dengan open house di kediaman Bupati Aceh Tamiang. Tradisi ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana lebaran.


Dalam konteks pascabencana, Idul Fitri tahun ini menjadi lebih bermakna bagi masyarakat Aceh Tamiang. Selain sebagai momentum ibadah, hari raya juga menjadi ruang konsolidasi sosial, memperkuat solidaritas antarwarga, serta membangun optimisme pemulihan daerah agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal secara bertahap.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini