LAMPUMERAHNEWS.ID
Merauke -. Era baru kewirausahaan di ujung timur Indonesia resmi dimulai. Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Selatan periode 2026-2029 resmi dilantik di Swiss-Belhotel Merauke, Jumat (06/02/2026).
Langkah ini menjadi tonggak sejarah bagi pengusaha lokal untuk merebut peran strategis dalam pengelolaan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pelantikan yang berlangsung khidmat namun penuh semangat ini menegaskan posisi Papua Selatan sebagai calon lumbung pangan dunia. Di hadapan jajaran Forkopimda, pengusaha muda diminta tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.
"Kita dianugerahi sumber daya alam yang luar biasa, ada proyek PSN dan food estate. Bagaimana pengusaha muda bisa menangkap tantangan ini untuk kemajuan daerah," tegas Ketua Umum BPD HIPMI Papua Selatan, Nikson Pampang Pampang di Merauke, Jumat, (06/02/2026).
Nikson, yang juga merupakan anggota legislatif, sempat berkelakar tentang kegugupannya berdiri di depan para pejabat, kontras dengan keberaniannya saat berdemonstrasi dahulu.
Namun, di balik canda itu, ia membawa misi serius mengenai keberlanjutan organisasi dan etos kerja yang diwarisi dari ayahnya, seorang pengurus HIPMI era 90-an. Ia berkomitmen menjaga marwah organisasi agar HIPMI menjadi wadah inovatif yang berdikari.
Senada dengan itu, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Akbar Himawan Buchari, S.H., menekankan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari amanat Munas Solo 2022 untuk melakukan konsolidasi di Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua. Akbar menyoroti potensi 250.000 hektar cetak sawah pada tahun 2026 yang diproyeksikan menjadi penyokong pangan Asia dan dunia.
"Saya tidak mau investasi dari Jakarta masuk, lalu uangnya kembali lagi ke Jakarta. HIPMI harus bergabung membentuk konsorsium agar manfaat PSN ini dirasakan langsung oleh pengusaha di daerah," ungkap Buchari.
Baginya, pemerataan ekonomi hanya bisa terjadi jika pengusaha lokal terlibat aktif dalam pengerjaan proyek-proyek besar tersebut.
Dukungan penuh juga mengalir dari pemerintah daerah. Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, S.Pd.K., M.Sc., yang hadir mewakili Gubernur, menantang para pengurus yang baru dilantik untuk menunjukkan kualitas kerja yang mumpuni. Pemerintah siap bermitra 100 persen, asalkan integritas tetap terjaga.
"Jangan jadi pengusaha pasif. Kami butuh energi baru untuk percepatan pembangunan. Tapi ingat, jangan bikin malu. Antara rencana dan realisasi harus sama, jangan sampai ada proyek mangkrak," tutur Ferdinandus.
Ia berharap kehadiran pengusaha muda yang kreatif mampu membawa lompatan ekonomi bagi Papua Selatan agar tidak kalah dengan provinsi lain.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Kurniawan Tommy Siriwa, menyampaikan bahwa momentum ini bukan sekadar seremonial. Ia berharap pengurus baru dapat langsung tancap gas memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan demi meningkatkan ekonomi daerah.
Acara ditutup dengan optimisme tinggi, menandai langkah awal HIPMI Papua Selatan sebagai lokomotif penggerak ekonomi yang nasionalis dan inovatif di ufuk timur nusantara.
(Rizki)


