Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG — Rapat Koordinasi Sub Klaster AMPL/WASH digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang di Aula Bupati, Rabu (25/2/2026), membahas optimalisasi layanan air bersih di tengah cakupan PDAM Tirta Tamiang yang baru mencapai 55 persen dan temuan 24.041 water meter rusak. Rakor yang dibuka Plt Sekretaris Daerah, Drs. Syuibun Anwar, itu menyoroti kebutuhan mendesak perbaikan infrastruktur, dukungan bahan kimia pengolahan air, serta penguatan koordinasi lintas sektor agar distribusi air bersih kepada masyarakat tetap terjaga di tengah keterbatasan anggaran.
Dalam arahannya, Plt Sekda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam percepatan pengaliran air bersih. Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab Perumda, melainkan kerja kolektif semua unsur.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam percepatan pengaliran air bersih bagi masyarakat. Kebutuhan ini harus terus kita optimalkan melalui koordinasi yang solid,” ujarnya.
Menurutnya, forum Sub Klaster AMPL/WASH menjadi ruang strategis untuk membedah persoalan teknis dan manajerial yang dihadapi PDAM Tirta Tamiang, khususnya dalam memperluas jangkauan layanan dan menjaga kualitas air yang diterima pelanggan.
Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Aceh Tamiang, Juanda, S.IP., memaparkan bahwa saat ini terdapat 65 karyawan bidang umum dan teknis yang telah dibagi berdasarkan sistem zonasi untuk mempercepat respons pelayanan. Hingga kini, layanan baru menjangkau 29.572 sambungan rumah.
“Cakupan layanan kita masih 55 persen. Selain itu, ada 24.041 water meter dalam kondisi rusak,” jelas Juanda.
Ia menambahkan, Perumda juga membutuhkan dukungan bahan kimia seperti tawas dan kaporit guna menjamin kualitas air dalam enam bulan ke depan. Kebutuhan tersebut muncul di tengah tekanan keuangan akibat kondisi darurat yang berdampak pada operasional.
Persoalan lain yang mengemuka dalam rakor adalah tekanan pipa distribusi yang disebut baru mencapai sekitar 50 persen kapasitas ideal, serta kendala pompa dan infrastruktur di sejumlah wilayah layanan. Kondisi ini dinilai mempengaruhi stabilitas suplai air bersih ke pelanggan.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkab Aceh Tamiang berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, Perumda, dan para pemangku kepentingan, sehingga layanan air bersih dapat ditingkatkan secara bertahap dan berkelanjutan bagi masyarakat.
(Kamalruzamal)




fsppi