Lampumerahnews.id
JAKARTA – Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia (PPI) gelar Deklarasi Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia pada Kamis (12/2/2026), di halaman Sekretariat SPPI Jakarta Utara.
Deklarasi di ikuti oleh :
1.FSP BUMN Bersatu( Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu )
2. SPPI Bersatu ( Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia Bersatu
3. FSBTN Federasi Serikat Pekerja Transportasi Nasional
4. FSBMN Federasi Serikat Buruha Maritim Nusantara
5. SPTPS Serikat Pekerja Terminal Petikemas Surabaya , serta Wakil Menteri HAM Mugiyanto dan Komisari Pelindo Arief Poyuono.
Deklarasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran dan posisi buruh di sektor kepelabuhanan nasional.
Djusman Umar Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu Bersatu, yang disapa Bung Ale, menyampaikan apresiasi kepada pihak Pelindo yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan acara tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Doddy sebagai Ketua Umum SPPI dan Pelindo yang sudah siapkan tempat untuk kita berkolaborasi membentuk Dewan Buruh Pelabuhan,” ujar Ale.
Ia menegaskan bahwa keberadaan pelabuhan tidak dapat dipisahkan dari peran buruh yang sejak awal menjadi bagian penting dalam aktivitas kepelabuhanan.
“Perlu kita ketahui bahwa pelabuhan atau bertemunya kapal dan barang yang kita namakan pelabuhan, itu lahir seiring dengan lahirnya buruh di pelabuhan. Pelabuhan hidup sampai saat ini, itu karena bakti dan pengorbanan para buruh, betul apa betul?” ucap Ale pada anggota serikat yang hadir.
Menurutnya, pembicaraan mengenai pelabuhan tidak bisa hanya menyoroti pengusaha, regulator, maupun operator semata, tetapi juga harus menempatkan buruh sebagai unsur utama di dalamnya.
“Karena itu kalau bicara pelabuhan tidak bisa lepas dari peran serta buruh. Kita bisa akui bahwa ada pengusaha, regulator kemudian operator, tapi ada manusia yang ada di dalamnya yaitu buruh pelabuhan,” tegasnya.
Ale menambahkan, pembentukan Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia merupakan bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan buruh sekaligus mendukung cita-cita pembangunan nasional.
“Karena itu kita hari ini hadir di sini, untuk menancapkan bahwa sejak hari ini angan-angan kita, cita-cita kita untuk memenuhi kebutuhan buruh dan kebutuhan akan tercapainya cita-cita dari Presiden Prabowo, insya Allah bisa dicapai jika pelabuhan itu tumbuh dan berkembang dan jangan lupa buruhnya senang dan sejahtera, setuju?” ungkapnya yang disambut dukungan serikat buruh pelabuhan.
Menutup sambutannya, Ale menyampaikan sebuah perumpamaan yang menggambarkan pentingnya kesejahteraan buruh dalam mendorong kemajuan pelabuhan.
“Saya tidak lupa dengan satu syair, jika ingin melihat ikan di dalam kolam maka terangin dulu kacanya biar terlihat. Jika ingin pelabuhan tumbuh dan berkembang, senangin dulu buruhnya,” pungkasnya.


