-->

TERKINI

Armia Sambut Walikota Bekasi, Banjir Aceh Tamiang Jadi Fokus Pemulihan

lampumerahnews
Kamis, 12 Februari 2026, 08.17 WIB Last Updated 2026-02-12T01:17:39Z

Lampumerahnews.id 


ACEH TAMIANG – Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH menerima kunjungan Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono bersama rombongan di Aula Setdakab, Rabu (11/2/2026), dalam pertemuan yang membahas langsung dampak banjir Aceh Tamiang, dukungan lintas daerah, serta komitmen pemulihan infrastruktur dan hunian bagi warga terdampak.


Di hadapan tamu dari Bekasi, Armia mengisahkan situasi mencekam saat banjir menerjang. Ia dan jajaran pemerintah daerah kala itu sedang menggelar rapat penetapan tanggap darurat.


“Saya, Wakil Bupati dan para Kepala SKPK terjebak saat sedang melakukan rapat penetapan tanggap darurat bencana. Kami semua terpisah dari keluarga dan dalam kondisi tanpa akses jaringan komunikasi,” ujar Armia.


Dalam kondisi jaringan lumpuh, pemerintah daerah mengandalkan radio ORARI untuk menyampaikan informasi dari Pemerintah Provinsi kepada masyarakat. Upaya itu, kata Armia, menjadi satu-satunya saluran komunikasi saat akses digital terputus.


“Kebutuhan kami saat ini sangat banyak, semua sektor pendapatan masyarakat juga berimbas bahkan tidak terkecuali pusat pemerintahan. Alhamdulillah sampai saat ini bantuan dari Pemerintah Pusat, kawan-kawan daerah lainnya sangat membantu Aceh Tamiang,” ucapnya.


Saat ini, lanjutnya, Aceh Tamiang telah memasuki tahap bantuan “papan”, yakni penyaluran hunian sementara maupun hunian tetap bagi warga terdampak banjir. Ia juga menyinggung persoalan pendangkalan Sungai Tamiang yang memperbesar risiko banjir.


Pemerintah daerah tengah melakukan pengerukan sedimen di bagian muara yang kini memasuki tahap pengerjaan. Selain itu, melalui Dinas PUPR dilakukan revitalisasi jaringan drainase yang rusak serta penyesuaian elevasi agar aliran air lebih efektif menuju Sungai Tamiang.


Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono dalam kesempatan itu menyampaikan empati atas musibah yang menimpa Aceh Tamiang. Ia menyebut Bekasi juga menghadapi persoalan banjir dan lumpur pada 2025 dengan kompleksitas yang hampir serupa.


“Saya kira bagaimana kita merasakan betul dampak bencana ini,” ujarnya.


Tri menjelaskan, Pemerintah Kota Bekasi memiliki program pemilahan sampah yang dinilai berdampak ganda: memperbaiki ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi risiko banjir.


Ia juga menyampaikan bahwa Pemko Bekasi telah mengirimkan 21 personel BPBD dan relawan pecinta alam selama dua pekan untuk membantu di Aceh Tamiang. Selain itu, bantuan berupa pembangunan gedung serbaguna turut disiapkan.


“Kami hari ini dengan keterbatasan yang ada ingin membantu. Kami setuju yang mana saja desain yang akan dipakai oleh Pemkab Aceh Tamiang. Harapan saya supaya bantuan ini bermanfaat dan terus berlanjut,” ucap Tri.


Turut hadir dalam pertemuan tersebut Plt Sekda Aceh Tamiang, para asisten, pejabat eselon II, Ketua TP-PKK Aceh Tamiang, Ketua TP-PKK Bekasi, serta rombongan dari Pemerintah Kota Bekasi.



 (Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini