Lampumerahnews.id
JAKARTA - Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara menyelenggarakan kegiatan doa dan zikir bersama atau tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Santri 2026, Selasa (21/10).
Kepala Kantor Kemenag Jakarta Utara, KH. Mawardi Abdul Gani mengatakan kegiatan tasyakuran Hari Santri dilakukan dengan model kegiatan religi yang biasa dilakukan.
"Alhamdulillah, bahwa Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara pada hari ini menyelenggarakan kegiatan doa dan zikir bersama atau yang sering dikenal dengan nama tasyakuran, dalam rangka memperingati Hari Santri," ujar KH. Mawardi.
"Selain dari kegiatan seremonial, ada kegiatan pembacaan Berzanji Maulid Nabi, kemudian juga ada kegiatan santunan kepada 100 orang anak-anak yatim. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan satu manfaat dan nilai-nilai religi kepada seluruh karyawan Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara," tambahnya.
KH. Mawardi menjelaskan, selain tasyakuran, Kemenag Jakut juga akan menyelenggarakan upacara Hari Santri yang pelaksanaannya berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu upacara dilaksanakan di Kantor Kemenag, tahun ini akan diselenggarakan di Kantor Walikota Jakarta Utara.
"Tahun ini kita akan selenggarakan di Kantor Walikota Jakarta Utara, bergabung dengan berbagai organisasi keagamaan, kemasyarakatan, mungkin dari para warga Nahdliyin yang juga akan bergabung bersama kita untuk memperingati Hari Santri," jelasnya.
Ia berharap ke depan para santri dan pondok pesantren lebih mendapatkan perhatian dari pemerintah, apalagi di bulan September kemarin sudah dilantik struktur baru Kementerian Agama yaitu Direktorat Jenderal Pondok Pesantren.
"Tentu ini akan lebih luas melakukan upaya-upaya pembinaan kepada pondok-pondok pesantren yang ada di Indonesia. Dan tentunya juga kebijakan pemerintah akan jauh berbeda dengan pada saat pondok pesantren itu hanya di bawah seorang direktur," tegasnya.
"Kita berharap bahwa santri, pondok pesantren, lembaga keagamaan seperti TPQ dan madrasah diniyah juga lebih mendapatkan perhatian dari pemerintah," imbuhnya.
Menurut KH. Mawardi, Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober membangkitkan semangat santri dalam kerangka NKRI dan agar santri lebih mengenal perjuangan pendahulunya.
"Bahwa santri tidak bisa dinafikan dalam proses merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Resolusi jihad yang dilakukan oleh para santri yang dikomandoi oleh Syeikhuna Kiai Haji Hasyim Asy'ari itu menjadi nilai teladan bahwa nilai patriotisme di dalam santri dan peran santri dalam negara kesatuan ini sangat signifikan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi PD Pontren Kantor Kemenag Jakarta Utara menambahkan, tasyakuran Hari Santri ke-10 tahun 2026 di tingkat Kemenag Jakut menjadi hal yang sangat membahagiakan.
"Alhamdulillah puji syukur kepada Allah Ta'ala karena pada hari ini kita baru saja melaksanakan tasyakuran memperingati Hari Santri yang ke-10 tahun 2026 di tingkat Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara," ujarnya.
Ia menyebut, tahun ini menjadi langkah maju karena upacara Hari Santri akan digelar di Kantor Walikota Jakarta Utara pada hari Kamis 22 Oktober 2026 bersama jajaran pemerintahan Walikota Jakarta Utara , Nahdatul Ulama dan organisasi lain nya.
"Ini tentu suatu langkah maju dalam upaya untuk mensosialisasikan bahwa Hari Santri itu bukan semata-mata hanya berlabel Kementerian Agama tok, tetapi juga benar-benar bisa dilaksanakan di setiap instansi-instansi pemerintah lainnya sebagaimana hari-hari nasional pada umumnya," katanya.
"Ini suatu langkah yang baik, suatu gaung yang lebih besar, dan mudah-mudahan cikal bakal dari Jakarta Utara ini bisa berkembang ke kota-kota lain di DKI Jakarta ke depannya," tambahnya.
Ia juga berpesan kepada para santri berprestasi dan guru-guru teladan di Jakarta Utara untuk terus mempertahankan pengabdiannya demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Saya ucapkan selamat Hari Santri, semoga santri kita tetap terus berjaya dan berjaya berguna bagi nusa dan bangsa serta agama tentunya," pungkasnya.


