Lampumerahnews.id
JAKARTA - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara terus memperkuat infrastruktur pengendalian air untuk menekan risiko banjir tahunan di wilayah pesisir Ibu Kota. Berbagai program penanganan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan tiap kecamatan serta kelurahan. (11/8).
Kepala Sudin SDA Jakarta Utara menyampaikan, upaya pengendalian tidak hanya fokus pada satu sektor. Setiap seksi memiliki program kegiatan yang diarahkan untuk memperkuat sistem drainase, memperlancar aliran air, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi genangan.
Perencanaan pembangunan juga diselaraskan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Melalui forum ini, masyarakat dan pemerintah wilayah dapat mengusulkan perbaikan saluran air, peningkatan kapasitas drainase, hingga sarana pendukung pengendalian banjir.
Beragam Program Infrastruktur Pengendalian Banjir
Sejumlah program yang dijalankan Sudin SDA Jakarta Utara antara lain:
Perbaikan saluran untuk mengurai sedimentasi, penyempitan, dan penyumbatan sampah
Pembangunan tangki septik komunal untuk pengelolaan air limbah domestik
Perbaikan pintu air dan peningkatan rumah pompa agar berfungsi optimal saat hujan tinggi
Pembangunan infrastruktur mitigasi
Perbaikan tanggul rob sebagai pelindung kawasan pesisir dari luapan air laut
Kondisi geografis Jakarta Utara yang berada di pesisir membuat ancaman banjir bersifat kompleks. Selain curah hujan dan limpasan air dari wilayah lain, sejumlah kawasan juga rawan banjir rob akibat naiknya muka air laut. Karena itu, penanganan dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Perbaikan saluran menjadi penting karena saluran yang tersumbat berpotensi mempercepat genangan saat hujan intensitas tinggi. Rumah pompa membantu mengalirkan air dari wilayah elevasi rendah, sementara pintu air mengatur aliran sesuai tata air," jelas Sudin SDA Jakarta Utara.
Untuk kawasan pesisir, penguatan tanggul menjadi perhatian khusus. Kerusakan tanggul harus segera ditangani agar perlindungan terhadap permukiman dan fasilitas umum tetap terjaga.
Butuh Sinergi dan Peran Masyarakat
Sudin SDA menegaskan, keberhasilan penanggulangan banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur baru, perbaikan, dan pemeliharaan rutin. Dukungan masyarakat juga sangat dibutuhkan.
"Infrastruktur yang sudah dibangun harus dijaga bersama. Kesadaran tidak membuang sampah ke saluran air menjadi faktor penting agar sistem drainase lancar," ujarnya.
Melalui sinergi Sudin SDA, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat, pemerintah berharap dapat menentukan prioritas pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur secara tepat sasaran.
Dengan pembangunan berkelanjutan, pemeliharaan konsisten, dan perencanaan berbasis kebutuhan wilayah, Sudin SDA menargetkan risiko banjir tahunan di Jakarta Utara dapat ditekan sehingga aktivitas warga dan pelayanan publik tidak terganggu.
(Kipray)


