-->

TERKINI

Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

lampumerahnews
Senin, 24 Agustus 2026, 13.56 WIB Last Updated 2026-08-24T06:56:43Z

 


Lampumerahnews.id

ACEH TAMIANG — Pemulihan Aceh Tamiang setelah bencana hidrometeorologi membutuhkan kerja bersama, terutama untuk mempercepat perbaikan infrastruktur dasar, menggerakkan kembali ekonomi warga, dan memulihkan sektor pertanian yang terdampak.


Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, mengatakan pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri menghadapi besarnya kebutuhan pemulihan pascabencana.


Hal tersebut disampaikan Armia saat menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD II Partai Golkar Kabupaten Aceh Tamiang di Karang Baru, Minggu (23/8/2026).


“Kita saat ini sedang dalam proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Tantangan rehabilitasi infrastruktur, ketahanan ekonomi warga, hingga pemulihan sektor pertanian membutuhkan daya tahan dan kerja kolaboratif yang luar biasa dari berbagai elemen,” ujar Armia.


Menurutnya, proses pemulihan membutuhkan dukungan berbagai unsur masyarakat, termasuk kekuatan politik daerah. Kolaborasi tersebut diperlukan agar agenda rehabilitasi dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat serta menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.


Dalam kesempatan itu, Armia juga berharap Partai Golkar dapat melahirkan kader yang memiliki kompetensi, integritas dan kepedulian sosial dalam mengawal pembangunan serta rehabilitasi Aceh Tamiang.


Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, M. Salim Fakhry, merespons dengan meminta jajaran pengurus dan kader, termasuk para legislator Partai Golkar, ikut mengambil bagian dalam proses pemulihan daerah.


Salim meminta para wakil rakyat dari Partai Golkar menggunakan fungsi legislasi dan pengawasan untuk mendukung percepatan pemulihan Aceh Tamiang pascabencana.


“Membangun Aceh Tamiang tidak bisa sendiri, elemen partai harus berpartisipasi,” kata Salim.


Ia juga meminta Bupati Armia ikut membina jajaran kader Partai Golkar di daerah.


Pesan tersebut menempatkan pemulihan pascabencana bukan hanya sebagai agenda pemerintah daerah, tetapi sebagai pekerjaan bersama yang membutuhkan dukungan lembaga politik, legislatif, masyarakat dan berbagai sektor lainnya.


Bagi masyarakat terdampak, percepatan pemulihan menjadi penting karena kebutuhan setelah bencana tidak berhenti pada penanganan darurat. Perbaikan infrastruktur, pemulihan mata pencaharian dan sektor pertanian menjadi bagian dari proses untuk mengembalikan kehidupan warga secara bertahap.


Pembukaan Musda VI DPD II Partai Golkar Aceh Tamiang turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan partai politik, serta jajaran pengurus daerah.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini