Lampumerahnews.id
ACEH BESAR — Memasuki 21 tahun perdamaian Aceh, Garda Damai Aceh (GDA) menggelar Kirab Aceh 2026, Sabtu (15/8/2026), untuk menyerukan pentingnya menjaga keberlanjutan perdamaian yang lahir dari proses MoU Helsinki.
Menurut penyelenggara, sekitar 250 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan komunitas mengikuti kirab tersebut. Peserta menggunakan mobil, becak, dan sepeda motor melintasi wilayah Aceh Besar hingga Kota Banda Aceh.
Kegiatan turut melibatkan Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Aceh Besar bersama sejumlah komunitas dan elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan perdamaian Aceh.
Bagi GDA, peringatan 21 tahun perdamaian Aceh tidak semestinya berhenti sebagai agenda tahunan. Momentum tersebut dinilai penting untuk mengingat kembali perjalanan panjang Aceh sekaligus memperkuat kesadaran bahwa perdamaian perlu dijaga bersama.
Koordinator Garda Damai Aceh, Raif Alghifari, mengatakan perdamaian Aceh merupakan hasil dari perjalanan panjang yang harus terus dirawat oleh seluruh masyarakat.
“Perdamaian Aceh merupakan hasil dari perjalanan panjang yang harus terus kita rawat bersama. Melalui Kirab Aceh 2026, kami ingin menyampaikan pesan bahwa perdamaian adalah milik seluruh masyarakat Aceh dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaganya,” ujar Raif kepada media, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Raif, keterlibatan sekitar 250 peserta dari berbagai unsur menunjukkan bahwa kepedulian terhadap keberlanjutan perdamaian masih tumbuh di tengah masyarakat.
Perjalanan konvoi dari Aceh Besar menuju Banda Aceh, kata dia, juga menjadi simbol bahwa pesan damai perlu terus disampaikan dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
“Kirab ini bukan hanya tentang kendaraan yang bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Yang ingin kita gerakkan adalah pesan bahwa perdamaian harus terus hidup dalam kesadaran masyarakat Aceh,” katanya.
Raif menegaskan, menjaga keberlanjutan perdamaian bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran agar pengalaman konflik masa lalu tidak kembali menjadi bagian dari kehidupan generasi berikutnya.
Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai penting. Mereka perlu memahami sejarah konflik dan proses perdamaian Aceh agar pengalaman masa lalu dapat menjadi pelajaran dalam membangun masa depan.
“Generasi muda harus menjadi bagian dari penjaga perdamaian. Mereka perlu memahami sejarah konflik dan proses perdamaian Aceh agar pengalaman masa lalu dapat menjadi pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Raif.
Ia mengatakan keterlibatan Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Aceh Besar menjadi salah satu bentuk partisipasi dalam menjaga keberlanjutan perdamaian Aceh.
Kirab Aceh 2026 mengusung tema “Bersatu dalam Damai, Maju dalam Kebersamaan, Menuju Aceh Sejahtera.” Tema tersebut menempatkan perdamaian bukan semata sebagai berakhirnya konflik bersenjata, tetapi sebagai modal sosial untuk membangun persatuan, stabilitas, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.
MoU Helsinki ditandatangani Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005. Kesepakatan tersebut menjadi landasan penting bagi proses penyelesaian konflik Aceh secara damai, menyeluruh, berkelanjutan, dan bermartabat.
Dua puluh satu tahun kemudian, GDA berharap peringatan perdamaian Aceh tidak berhenti pada seremoni tahunan. Pesan damai, menurut organisasi tersebut, perlu terus diterjemahkan dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan pembangunan.
Bagi GDA, menjaga perdamaian berarti memastikan pengalaman konflik tidak kembali diwariskan sebagai kekerasan kepada generasi berikutnya. Karena itu, perdamaian dinilai perlu terus dirawat melalui keterlibatan masyarakat dalam kehidupan sosial dan pembangunan Aceh.
SEO Title: 21 Tahun Perdamaian Aceh, Garda Damai Gelar Kirab 2026
Slug: "21-tahun-perdamaian-aceh-garda-damai-kirab-2026"
Meta Description: 21 tahun perdamaian Aceh diperingati Garda Damai melalui Kirab Aceh 2026 di Aceh Besar dan Banda Aceh bersama sekitar 250 peserta.
Focus Keyword: "21 tahun perdamaian Aceh"
Keyword Pendukung: "MoU Helsinki", "Kirab Aceh 2026", "Garda Damai Aceh", "Aceh Besar", "Banda Aceh", "Jaringan Aneuk Syuhada Aceh"
Label: Aceh, Aceh Besar, Perdamaian Aceh, MoU Helsinki, Peristiwa, Humaniora.
(Kamalruzamal)


