Lampumerahnews.id
JAKARTA – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Jakarta Utara menggelar pelatihan pemberdayaan perempuan dengan mengolah limbah ampas kopi menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melalui program pengabdian kepada masyarakat.
Pelatihan dilaksanakan di SDS Muhammadiyah 17, Jalan Bahari 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (15/8/2026). Sekitar 25 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari kader Nasyiatul Aisyiyah Jakarta Utara, anggota TP PKK Kelurahan Tanjung Priok, serta masyarakat umum.
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur TP PKK Kelurahan Tanjung Priok Pokja I–IV, perwakilan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) DKI Jakarta, pengurus PDNA Jakarta Utara, TP PKK RW 011, dosen UMJ, dan mahasiswa KKN UMJ.
Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan cara mengolah ampas kopi menjadi parfum ruangan, parfum gantung, essential oil, lulur kopi, dan aromaterapi. Peserta juga praktik membuat sabun cuci piring serta belajar pengembangan kemasan produk. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan tatakan gelas sebagai kemasan cinderamata agar produk lebih menarik dan memiliki nilai jual.
Ketua PDNA Jakarta Utara, Jalinah, berharap keterampilan ini tidak berhenti di pelatihan.
“Alhamdulillah, pemberdayaan wanita ini diharapkan setelah pelatihan ada follow-up dan realisasinya di rumah, sehingga keterampilan yang didapat bisa menghasilkan uang,” ujar Jalinah.
Ia menambahkan, antusiasme ibu-ibu PKK Kelurahan Tanjung Priok menjadi energi positif untuk melanjutkan program. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara Nasyiatul Aisyiyah, PKK, perguruan tinggi, mahasiswa KKN, dan masyarakat.
Awalnya program direncanakan menggunakan limbah ampas tahu. Namun setelah diskusi dengan Dosen Pembimbing Lapangan, program diarahkan pada pemanfaatan ampas kopi.
“Harapannya, program ini bisa dipraktikkan bersama warga atau anggota binaan PDNA untuk menambah keterampilan wirausaha berbasis ramah lingkungan,” katanya.
Dukungan PWNA DKI dan PKK
Kegiatan dibuka oleh Yuyun Afinda, Sekretaris PWNA DKI Jakarta, yang mewakili Ketua PWNA DKI. Ia mendukung penuh pemberdayaan perempuan melalui keterampilan produktif berbahan limbah.
TP PKK Kelurahan Tanjung Priok juga memberikan apresiasi. Mirawati mewakili PKK menyampaikan program ini memberikan keterampilan praktis yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dosen UMJ, Alvika Metasari, yang mendampingi kegiatan berharap ilmu yang diberikan menjadi keberkahan.
“Semoga pelatihan ini menjadi keberkahan ilmu dan program KKN ini menjadi amal ibadah,” harap Alvika.
Kegiatan ini juga mengangkat isu lingkungan, khususnya persoalan sampah di Jakarta. Ditampilkan video dari PDM Jakarta Utara oleh Pak Lahuddin yang menyoroti pentingnya penanganan sampah bersama.
Dengan semangat “dari limbah menjadi berkah”, PDNA Jakarta Utara berharap program ini dapat menumbuhkan kreativitas perempuan, mengurangi limbah, dan membuka peluang usaha rumahan yang berkelanjutan.


