Lampumerahnews.id
JAKARTA– Kompetisi North Jakarta Madrasah Competition (NJMC) 2026 yang diselenggarakan Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Jakarta Utara terus berlangsung. Salah satu cabang yang paling menyita perhatian adalah pertandingan futsal yang digelar di Gedung Gelanggang Remaja Koja, Jalan Balai Rakyat, Kecamatan Koja, Rabu (29/7/2026).
Memasuki babak semifinal, pertandingan mempertemukan Madrasah At Taufik Semper Timur melawan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Plumpang, Tugu Selatan. Kedua tim bersaing memperebutkan tiket menuju partai final yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/7).
Sementara itu, langkah MI Nur Attaqwa Kelapa Gading harus terhenti setelah gagal melaju ke babak berikutnya pada cabang futsal. Meski demikian, madrasah tersebut tetap berpartisipasi dalam beberapa cabang lomba lainnya.
Guru pendamping MI Nur Attaqwa, Andi Sofian, mengatakan pihaknya mengirimkan peserta di empat cabang kompetisi, yakni futsal, sains, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Agama Islam (PAI).
"Anak didik kami memang belum berhasil melanjutkan ke babak berikutnya di cabang futsal. Selain futsal, MI Nur Attaqwa juga mengikuti lomba sains, Bahasa Indonesia, dan PAI," kata Andi Sofian.
Ia menilai penyelenggaraan NJMC tingkat Kota Jakarta Utara menjadi ajang yang sangat positif untuk mengembangkan potensi peserta didik sekaligus memperluas pengalaman mereka.
"Dengan adanya NJMC tingkat kota, anak-anak menjadi lebih termotivasi untuk menunjukkan kemampuan dan keahlian yang mereka miliki. Di samping itu, mereka juga menambah wawasan serta dapat bertemu dan menjalin pertemanan dengan siswa dari madrasah lain," ujarnya.
NJMC merupakan program yang digelar Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara sebagai turunan dari Jakarta Madrasah Competition (JMC). Kegiatan ini bertujuan membangun semangat berprestasi di kalangan siswa madrasah melalui budaya kompetisi yang sehat.
Selain futsal, NJMC 2026 juga mempertandingkan berbagai cabang lainnya seperti tenis meja, bola basket, hadrah, dan shalawat. Melalui ajang ini, Kemenag Jakarta Utara berharap mampu meningkatkan prestasi siswa sekaligus mendorong profesionalisme guru dan tenaga kependidikan madrasah dalam menjalankan tugasnya.


