-->

TERKINI

Peralatan Guru Rusak Saat Banjir, PGRI DKI Salurkan 40 Laptop ke Aceh Tamiang

lampumerahnews
Kamis, 18 Juni 2026, 12.54 WIB Last Updated 2026-06-18T05:54:17Z

Lampumerahews.id

ACEH TAMIANG — Delapan bulan setelah banjir bandang melanda Aceh Tamiang, sebagian guru masih berupaya memulihkan sarana kerja yang rusak akibat bencana. Untuk membantu proses pemulihan tersebut, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DKI Jakarta menyalurkan 40 unit laptop kepada guru terdampak banjir dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan diserahkan di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Rabu (17/6/2026).


Laptop tersebut diberikan kepada guru berprestasi yang terdampak banjir, terdiri atas tiga guru TK, dua guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), 21 guru SD, tujuh guru SMP, dan tujuh guru SMA/SMK sederajat. Bantuan ini ditujukan untuk menggantikan perangkat kerja yang rusak atau hilang akibat banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025 lalu.


Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, mengatakan bantuan yang diberikan bukan sekadar perangkat elektronik, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan dukungan bagi para guru agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan optimal.


“Saya sangat memahami bahwa bencana ini sempat melumpuhkan berbagai fasilitas sekolah kita. Namun, bantuan yang diinisiasi oleh rekan-rekan PGRI ini membuktikan bahwa solidaritas antar sesama insan pendidikan adalah kekuatan terbesar kita agar pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat,” ujar Ismail.


Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam mempercepat pemulihan daerah pascabencana. Selain bertugas mengajar, para pendidik juga berperan membantu memulihkan kondisi psikologis siswa serta menjaga keberlangsungan mutu pendidikan di tengah proses rehabilitasi daerah.


Bantuan tersebut diberikan di tengah upaya pemulihan sektor pendidikan yang masih berlangsung pascabencana. Data pemerintah menunjukkan sedikitnya 412 satuan pendidikan di Aceh Tamiang terdampak banjir, terdiri atas 94 sekolah rusak berat, 259 rusak sedang, dan 59 rusak ringan. Kerusakan fasilitas pendidikan tersebut ikut memengaruhi kelancaran kegiatan belajar mengajar di sejumlah wilayah terdampak.


Ismail juga mengingatkan para penerima bantuan agar memanfaatkan laptop tersebut untuk mendukung tugas pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan terus berupaya mendukung pemulihan sektor pendidikan sebagai bagian dari agenda rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.


Sementara itu, perwakilan PGRI DKI Jakarta, Ahmad Jazuli, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas antar pendidik terhadap guru-guru Aceh Tamiang yang terdampak banjir.


“Kami memahami dampak banjir November 2025 yang merusak banyak peralatan kerja guru. Semoga 40 unit laptop ini dapat menggantikan peralatan yang hilang atau rusak, serta membantu kelancaran proses pembelajaran kembali,” katanya.


Ketua PGRI Aceh Tamiang, Nurdin, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PGRI DKI Jakarta. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu para guru yang hingga kini masih berupaya memulihkan sarana kerja pascabencana.


“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari PGRI DKI Jakarta. Bantuan ini sangat meringankan beban guru yang peralatannya rusak saat banjir, agar mereka bisa kembali menyusun materi ajar dengan baik,” ujarnya.


Meski jumlahnya belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan guru terdampak, bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah yang masih beradaptasi pascabencana. Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan proses pendidikan di Aceh Tamiang dapat pulih lebih cepat dan berjalan normal kembali.


(Kamalruzamal)

Komentar

Tampilkan

Terkini