Lampumerahnews.id
ACEH TAMIANG — Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu tidak hanya merendam permukiman warga dan fasilitas publik, tetapi juga melumpuhkan sebagian sarana transportasi medis RSUD Muda Sedia. Sebanyak delapan unit ambulans milik rumah sakit rusak akibat bencana tersebut, sementara kebutuhan rujukan pasien tetap harus berjalan di tengah kondisi darurat.
Kerusakan armada ambulans menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi RSUD Muda Sedia dalam menjaga pelayanan kesehatan masyarakat pascabencana.
Direktur RSUD Muda Sedia, Andika Putra, mengatakan keterbatasan armada sempat memaksa tenaga kesehatan mencari berbagai cara agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“Keterbatasan armada pascabencana bahkan sempat memaksa tenaga kesehatan mengevakuasi pasien darurat dan jenazah menggunakan kendaraan seadanya, termasuk becak motor,” ujar Andika saat acara penyerahan bantuan ambulans di RSUD Muda Sedia, Rabu (3/6/2026).
Meski menghadapi keterbatasan sarana, tenaga kesehatan tetap berupaya memastikan pelayanan kepada pasien tidak terhenti dengan memanfaatkan berbagai kendaraan yang tersedia untuk mendukung proses evakuasi dan rujukan medis.
Kondisi tersebut terjadi ketika kebutuhan layanan rujukan pasien justru terus meningkat. Data rumah sakit menunjukkan jumlah rujukan yang pada 2015 berada di kisaran 660 pasien per bulan meningkat menjadi sekitar 730 pasien per bulan pada 2025.
Peningkatan jumlah rujukan itu membuat keberadaan ambulans menjadi salah satu kebutuhan paling vital dalam mendukung pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan darurat maupun rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, RSUD Muda Sedia menerima bantuan tiga unit ambulans Toyota Kijang Innova dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program kemanusiaan perusahaan bersama jaringan pemasok yang telah berjalan sejak masa tanggap darurat bencana.
“Melalui langkah kecil dengan donasi tiga unit ambulans Toyota Kijang Innova ini, kami berharap dapat membantu kelancaran mobilitas penanganan masalah kesehatan bagi masyarakat Aceh Tamiang, sehingga mereka dapat segera beraktivitas normal kembali,” ujarnya.
Pihak rumah sakit menyebut tiga ambulans baru tersebut akan segera dioperasikan untuk mendukung layanan rujukan, transportasi medis darurat serta pelayanan kesehatan masyarakat yang masih dalam proses pemulihan pascabencana.
Meski belum sepenuhnya menggantikan delapan ambulans yang rusak akibat banjir, kehadiran tiga armada baru tersebut dinilai menjadi langkah awal yang penting dalam memulihkan layanan transportasi medis yang sangat dibutuhkan masyarakat Aceh Tamiang.
(Kamalruzamal)


