Lampumerahnews.id
BANDA ACEH— Krisis layanan air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang kian menjadi sorotan setelah fasilitas PDAM Tirta Tamiang ditemukan mengalami kerusakan parah saat ditinjau Wakil Gubernur Aceh, Selasa (12/5/2026). Kondisi tersebut terjadi di tengah rendahnya cakupan layanan PDAM yang baru mencapai 55 persen serta rusaknya lebih dari 24 ribu water meter pelanggan.
Peninjauan dilakukan di fasilitas perusahaan air minum milik pemerintah daerah yang berada di kawasan pinggir sungai Aceh Tamiang. Dari hasil pengecekan lapangan, sejumlah sarana dan infrastruktur pendukung distribusi air dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat sehingga operasional layanan air bersih kepada masyarakat belum berjalan maksimal.
Selain meninjau fasilitas PDAM, Wakil Gubernur Aceh juga melihat langsung kondisi ruas jalan di kawasan Alur Manis, Simpang 5 Rantau hingga Bukit Suling, Kecamatan Rantau. Kerusakan infrastruktur jalan dinilai ikut mempengaruhi mobilitas warga dan distribusi pelayanan dasar di wilayah tersebut.
Persoalan layanan air bersih Aceh Tamiang sebelumnya juga mencuat dalam Rapat Koordinasi Sub Klaster AMPL/WASH yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Dalam forum tersebut, Perumda Air Minum mengungkapkan layanan baru menjangkau sekitar 29.572 sambungan rumah atau 55 persen dari total kebutuhan pelanggan.
Tidak hanya itu, sebanyak 24.041 water meter pelanggan tercatat mengalami kerusakan. PDAM Tirta Tamiang juga menghadapi persoalan tekanan distribusi pipa yang baru mencapai sekitar 50 persen kapasitas ideal, kerusakan pompa, hingga keterbatasan bahan kimia pengolahan air seperti tawas dan kaporit.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap stabilitas distribusi air bersih masyarakat, terutama di kawasan terdampak bencana dan wilayah bantaran sungai. Pemulihan fasilitas air bersih dinilai menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut pelayanan dasar ribuan warga di Aceh Tamiang.
Dalam kunjungan itu, Wakil Gubernur Aceh didampingi Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, serta Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap adanya dukungan Pemerintah Aceh untuk mempercepat pemulihan infrastruktur PDAM dan perbaikan jaringan jalan yang mengalami kerusakan.
Sorotan terhadap PDAM Tirta Tamiang kini menjadi bagian dari isu pelayanan dasar di Aceh pascabencana, terutama terkait keberlanjutan distribusi air bersih bagi masyarakat di daerah terdampak.
(Kamalruzamal)


