-->

TERKINI

Lawan Genangan Ekstrem, Tim Jakarta Utara Paksa Pompa Bekerja 26 Jam Nonstop Tanpa Henti

lampumerahnews
Jumat, 16 Januari 2026, 16.34 WIB Last Updated 2026-01-16T09:34:53Z

 

Lampumerahnews.id 

Jakarta – Intensitas hujan sangat ekstrem yang melanda wilayah Jakarta Utara pada Senin (12/1) telah melampaui kapasitas saluran sistem drainase yang ada. Berdasarkan data BMKG, curah hujan tercatat mencapai 235 mm, sementara kapasitas maksimal saluran rata-rata berada di angka 100 hingga 150 mm.


Menanggapi situasi tersebut,Yudo Widiatmoko Kasie Pemeliharaan Drainase Sudin SDA Jakut mengatakan,jajaran teknis di lapangan mengambil langkah-langkah luar biasa untuk mempercepat durasi surutnya genangan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya mekanik.


"Secara teknis, saluran kita didesain untuk kapasitas tertentu. Ibarat jembatan dengan kapasitas 5 ton namun dipaksa menahan beban 10 ton, maka sistem akan kewalahan. Curah hujan kemarin mencapai hampir 200% dari kapasitas saluran kami," ujarnya Rabu (14/01/2026) saat ditemui di Kantornya 

Sebagai langkah percepatan, seluruh unit pompa stasioner dioperasikan secara penuh selama lebih dari 26 jam tanpa henti. Padahal, dalam prosedur normal, mesin pompa harus diistirahatkan secara berkala untuk menjaga ketahanan mesin. Akibat operasional yang ekstrem ini, beberapa unit dilaporkan mengalami kerusakan teknis namun tetap dipaksakan bekerja demi pelayanan masyarakat.


" Selain itu, pompa apung juga disebar secara masif ke area pemukiman padat penduduk untuk menyisir titik-titik genangan yang sulit dijangkau sistem polder utama,aksi Kemanusiaan dan Bantuan Transportasi."jelas Yudo


Selain fokus pada penanganan air, petugas di lapangan juga memastikan mobilitas warga tidak lumpuh total. Armada dump truck dikerahkan sebagai moda transportasi darurat bagi warga yang terjebak banjir.


"Kami bekerja dengan prinsip tanpa pilih kasih. Tim kami di lapangan membantu warga yang kesulitan transportasi dengan mengantar mereka menggunakan dump truck ke berbagai titik strategis agar aktivitas tetap berjalan," tambahnya.


Hingga saat ini, petugas masih terus bersiaga penuh memantau perkembangan cuaca serta melakukan perbaikan darurat pada sejumlah infrastruktur pompa yang terdampak operasional ekstrem tersebut.

Komentar

Tampilkan

Terkini