-->

TERKINI

Gubernur DKI Tinjau Pengungsian Banjir di Rawa Buaya

lampumerahnews
Sabtu, 24 Januari 2026, 19.30 WIB Last Updated 2026-01-24T12:30:29Z

 

Lampumerahnews.id 

Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau warga terdampak banjir yang mengungsi di Masjid Jami Baitul Rahmat, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/01/2026). 


Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Pramono menyerahkan berbagai bantuan, antara lain beras 500 kilogram, minyak goreng 50 pouch, mi instan 50 dus, kasur lipat 50 buah, matras 100 buah, selimut 100 buah, family kit 100 paket, serta pakaian anak (kids wear) 10 paket. Selain itu, terdapat bantuan tambahan dari PMI Provinsi DKI Jakarta berupa minyak penghangat tubuh.


“Hari ini kami datang ke pengungsian di Rawa Buaya untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Gubernur Pramono.


Hingga Sabtu (24/01/2026) pagi, tercatat sebanyak 45 kepala keluarga atau 177 jiwa berada di lokasi pengungsian tersebut. Gubernur Pramono memastikan penanganan banjir berjalan optimal dan seluruh pengungsi dalam kondisi sehat.


“Masyarakat berharap air segera surut. Untuk itu, saya telah memerintahkan Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa. Saat ini sudah ada tambahan empat pompa, sehingga total pompa di lokasi ini menjadi tujuh unit,” jelasnya.


Selain penambahan pompa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mengurangi intensitas curah hujan. OMC terus dilakukan dengan intensitas minimal dua kali dan maksimal tiga kali dalam sehari sesuai kebutuhan.


“Tujuan utama kita adalah menurunkan curah hujan agar masyarakat yang mengungsi dapat segera kembali ke rumah masing-masing,” imbuhnya.


Terkait sejumlah wilayah di Jakarta Barat yang terdampak banjir cukup parah, Gubernur Pramono menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh kiriman air dari wilayah hulu, terutama dari Tangerang dan Tangerang Selatan, melalui sejumlah sungai, seperti Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart yang bermuara di Cengkareng Drain.


“Permukaan air di Cengkareng Drain sudah mengalami penurunan dari 350 menjadi 315. Batas aman berada di angka 310 dan ini terus kami kejar,” ungkapnya. Ia menambahkan, sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Daan Mogot, sebagian besar sudah dapat dilalui, dengan sisa satu titik genangan di KM 13.


Dalam penanganan banjir di wilayah Jakarta Barat, telah dikerahkan 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa mobile, dan 60 pompa apung atau portable. Selain itu, digunakan pula alat berat berupa 99 dump truck, 3 crane, 6 combi jetting, 59 excavator, 1 self loader, dan 1 wheel loader. Sebanyak empat unit pompa perbantuan juga dikerahkan dari Suku Dinas SDA Jakarta Utara dan Jakarta Pusat untuk mempercepat penanganan banjir.


Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan pos kesehatan dan layanan sosial bagi warga yang mengungsi di berbagai titik. Kolaborasi lintas perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta terus diperkuat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan banjir segera surut.


Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyampaikan bahwa penyumbatan sampah di sungai telah mengalami penurunan signifikan. Banjir yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang mencapai rata-rata 200 milimeter per hari, bahkan hingga 260 milimeter di beberapa titik.


“Karena curah hujan yang ekstrem ini, kebijakan work from home dan school from home telah kami setujui, dan surat edarannya sudah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan serta Dinas Tenaga Kerja,” ujarnya.


Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Gubernur Pramono memerintahkan normalisasi tiga sungai utama, yakni Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Sungai Cakung Lama. Sementara penanganan jangka pendek dilakukan melalui OMC, pembersihan saluran air, serta imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.


“Tanpa upaya bersama, banjir berpotensi terulang. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong menjaga lingkungan,” tutup Gubernur Pramono.


(kipray)

Komentar

Tampilkan

Terkini