-->

TERKINI

KPK Selusuri Peran Dito Ariotedjo dalam Pemberian Kuota Haji, Ini Fakta yang Terungkap

lampumerahnews
Sabtu, 24 Januari 2026, 20.28 WIB Last Updated 2026-01-24T13:29:14Z

Lampumerahnews.id  Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan latar belakang pemeriksaan terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pemberian kuota haji yang melibatkan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.


Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan tersebut difokuskan pada penelusuran asal-usul tambahan kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Saat itu, Dito diketahui turut mendampingi Jokowi dalam kunjungan kerja ke Arab Saudi.


"Dalam pemeriksaan hari ini, penyidik mendalami terkait dengan asal-usul pemberian tambahan kuota ibadah haji dari Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia," ujarnya kepada wartawan, Jumat (23/1).


Menurut Budi, keberadaan Dito dalam rombongan pemerintah Indonesia ke Arab Saudi dinilai relevan karena yang bersangkutan dapat menjelaskan proses yang terjadi sebelum keputusan penambahan kuota tersebut diambil.


"Karena memang kami melihat, Pak Dito ini bisa menerangkan apa yang dibutuhkan oleh penyidik, karena memang Pak Dito pada saat itu berangkat ke Arab Saudi bersama rombongan dari pemerintah Indonesia," imbuhnya.


Ia menjelaskan, tambahan kuota haji sebanyak 20 ribu jemaah merupakan hasil komunikasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi dalam kunjungan kerja Jokowi. Tambahan tersebut diberikan sebagai respons atas panjangnya antrean ibadah haji reguler di Indonesia yang dapat mencapai 30 hingga 40 tahun.


"Atas permasalahan yang disampaikan oleh Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Arab tersebut, kemudian kita diberikan tambahan sejumlah 20 ribu," ujarnya.


Karena itu, penyidik memerlukan keterangan Dito untuk mengurai proses pra-diskresi, yakni tahapan sebelum keputusan pemberian tambahan kuota haji tersebut ditetapkan.


"Jadi memang Pak Dito ini mengetahui latar belakang asal-usul pemberian tambahan kuota ibadah haji," imbuhnya.


Sementara itu, Dito Ariotedjo menyampaikan bahwa dirinya ikut dalam kunjungan ke Arab Saudi karena terdapat agenda pembahasan kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi, termasuk dengan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS), khususnya di sektor olahraga.


"Kebetulan waktu itu olahraga menjadi sektor yang Kerajaan Arab Saudi ingin kerja sama. Jadi waktu itu ada tanda tangan MOU juga. Ini MOU-nya tadi saya bawa. Untuk yang Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kebetulan tidak hanya Kemenpora, ada beberapa kementerian dan lembaga lainnya," ujarnya.


Dito menambahkan, dalam pertemuan tersebut MBS juga menawarkan berbagai bentuk kerja sama kepada Pemerintah Indonesia, termasuk pembahasan terkait pelaksanaan ibadah haji.


"Waktu itu saya ingat ada investasi, ada juga waktu itu kalau tidak salah IKN, dan juga salah satunya yang topik utama pasti kalau Arab Saudi itu pasti yang ada di benak semua masyarakat kan pasti haji ya," jelasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini