Lampumerahnews.id
Tangerang – Bisnis pengadaan seragam sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di seluruh kabupaten Tangerang di Provinsi Banten dinilai sebagai bisnis “abadi” dengan perputaran uang yang sangat besar, Diduga Nilainya diperkirakan mencapai Rp7,5 miliar setiap Hal tersebut disampaikan deputi kajian korupsi DPW GMPK Banten, "Adang Kosasih"kepada wan, Kamis (08/01/2026).
Menurut Adang Kosasih, kebutuhan seragam sekolah yang wajib dibeli oleh siswa baru setiap tahun menjadikan sektor ladang bisnis yang tidak pernah sepi termasuk kegiatan tour, dan private renang jelas ini ada keterlibatan ketua Gugus dan MKKS dari masing masing sekolah SMP negeri di wilayah kabupaten Tangerang
“Setiap tahun ajaran baru, orang tua siswa pasti mengeluarkan biaya untuk seragam Jika dikalkulasikan secara keseluruhan untuk SMP Negeri se-kabupaten tangerang, nilainya bisa mencapai Rp7,5 miliar per tahun,” serta keuntungan per-sekolah mencapai 72 juta di luar agenda bisnis tour dan private renang," ujarnya.
Ia menjelaskan, besarnya nilai tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pemangku kebijakan pendidikan termasuk dinas pendidikan kabupaten Tangerang
Pasalnya, jika tidak dikelola secara transparan dan sesuai aturan, pengadaan seragam berpotensi menimbulkan praktik monopoli maupun pungutan yang memberatkan masyarakat dan menjadikan ladang korupsi bersama
“kami Deputi kajian korupsi DPW GMPK Banten mendorong agar pengadaan seragam sekolah tidak menjadi ajang bisnis yang membebani wali murid. Sekolah harus mematuhi aturan, tidak boleh mewajibkan pembelian seragam di pihak tertentu,” tegasnya.
Adang Kosasih "juga meminta Dinas Pendidikan di kabupaten Tangerang provinsi-Banten untuk melakukan pengawasan ketat terhadap praktik penjualan seragam di lingkungan sekolah. Menurutnya, prinsip pendidikan yang adil dan terjangkau harus menjadi prioritas utama.
“Pendidikan itu hak semua warga negara. Jangan sampai ada orang tua yang kesulitan menyekolahkan anaknya hanya karena mahalnya biaya seragam,” pungkasnya.


