Lampumerahnews.id Jakarta - Beni Pramula tokoh muda yang aktif menyuarakan pendapatnya tentang pergerakan anak- anak muda baik dari mahasiswa ataupun dari para aktivis. Buku hasil tulisan tangan nya yang berisi 200 halaman di beri judul " NOT LEADERS OF THE FUTURE : Bridge-Bulder' Guide to Diplomasi for A Fragmented Worlddia dedikasikan untuk para aktivis, mahasiswa, diplomat muda, atau siapa pun yang merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap kondisi dunia saat ini. (30/1).
Membongkar Mitos "Pemimpin Masa Depan"
Judul: NOT LEADERS OF THE FUTURE: The Bridge-Builders’ Guide to Diplomacy for A Fragmented World
Penulis: Beni Pramula
Penerbit: Afanin Media Utama
Genre: Kepemimpinan / Diplomasi / Pengembangan Diri
Sinopsis: Berhenti Menunggu Giliran
Selama puluhan tahun, generasi muda selalu dinina-bobokan dengan label "Pemimpin Masa Depan." Namun, buku ini hadir dengan tesis yang provokatif: Dunia yang sedang retak tidak butuh solusi di masa depan; ia butuh aksi sekarang juga.
"NOT LEADERS OF THE FUTURE" bukan sekadar buku teori diplomasi. Ini adalah sebuah manifesto bagi mereka yang lelah dipinggirkan oleh sistem yang lambat. Melalui catatan perjalanan di lebih dari 39 negara selama 7 tahun terakhir—mulai dari panggung dialog multilateral hingga forum diplomatik kepemudaan—penulis merangkum keresahan global menjadi panduan praktis bagi para Bridge-Builders (pembangun jembatan).
Mengapa Buku Ini Penting?
Dunia saat ini sedang terfragmentasi secara ekstrem. Ada kesenjangan lebar antara krisis planet (iklim, konflik, ekonomi) dengan sistem kebijakan yang seringkali tuli terhadap suara kaum muda. Penulis mengajak pembaca untuk:
* Mendobrak Mitos: Berhenti menjadi penonton dan mulai mengambil peran kepemimpinan hari ini.
* Menjadi Perekat: Mempelajari seni diplomasi untuk menyatukan perbedaan di tengah dunia yang terpecah.
* Aksi Nyata: Mengubah visi dari sekadar "potensi" menjadi instrumen krusial yang berdampak langsung.
"Your vision is not future potential—it is a critical tool needed now."
Kelebihan Buku (Modifikasi & Tambahan):
* Otentik & Berdasarkan Pengalaman Lapangan: Bukan sekadar teori akademik, buku ini lahir dari refleksi nyata di berbagai medan diplomasi internasional, mulai dari summit hingga kajian ilmiah di berbagai belahan dunia.
* Bahasa yang Menggerakkan: Menggunakan gaya bahasa yang energetik, namun tetap berbobot dan reflektif.
* Perspektif Global: Memberikan wawasan tentang bagaimana dunia luar memandang isu-isu krusial dan bagaimana pemuda bisa menyusup ke dalam celah-celah sistem tersebut.
Kesimpulan
Buku ini adalah bacaan wajib bagi aktivis, mahasiswa, diplomat muda, atau siapa pun yang merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap kondisi dunia saat ini. Ini adalah pengingat keras bahwa kita bukan lagi cadangan; kita adalah pemain inti di lapangan



