Lampumerahnews.id Jakarta - Genangan air yang kerap muncul saat hujan deras menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara. Untuk memastikan kesiapan sarana penanggulangan banjir, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, bersama Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz dan Dandim 0502 Jakarta Utara Kolonel Inf Dony Gredinand, meninjau langsung dua rumah pompa, Senin (19/1).
Peninjauan dilakukan di Rumah Pompa Sunter C dan Stasiun Pompa Ancol–Sentiong. Kegiatan ini bertujuan mengecek kesiapan sarana dan prasarana pompa, terutama di tengah musim hujan yang berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir di sejumlah wilayah Jakarta Utara.
Kepala Seksi Pompa Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara, Frans A. Siahaan, menjelaskan bahwa dua lokasi tersebut dipilih sebagai sampel untuk melihat kondisi kesiapan pompa secara menyeluruh. “Tujuannya untuk mengecek kesiapan pompa, apalagi sekarang sudah masuk musim hujan. Kesiapan sarana, prasarana, dan peralatan yang ada di Jakarta Utara kita lakukan pengecekan,” ujarnya.
Frans menambahkan, dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut hadir Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, sebagai bentuk dukungan dan koordinasi lintas instansi dalam pengendalian banjir.
Ia menjelaskan, Stasiun Pompa Ancol–Sentiong memiliki kapasitas besar, yakni 10.000 liter per detik dengan lima unit pompa. Namun, operasional dan pemeliharaannya masih berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung–Cisadane (BBWSCC).
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Jakarta Utara memberikan sejumlah arahan penting. Menurut Frans, Wali Kota menekankan agar seluruh sarana dan prasarana pengendalian banjir dipastikan dalam kondisi sehat dan siap dioperasikan kapan pun dibutuhkan. “Arahan Pak Wali Kota jelas, semua sarana penanggulangan banjir harus berfungsi dengan baik dan siap operasi. Tapi kesiapan operator juga penting. Percuma pompanya bagus kalau operatornya lelah atau lalai,” katanya.
Selain itu, kesiapan bahan bakar minyak (BBM) dan genset cadangan juga menjadi perhatian. Hal ini untuk mengantisipasi kondisi darurat apabila terjadi pemadaman listrik saat hujan deras.
Meski demikian, Frans mengakui masih terdapat kendala teknis di lapangan, terutama akibat sampah yang terbawa aliran air dan masuk ke dalam sistem pompa. “Walaupun sudah ada saringan, sampah-sampah kecil masih bisa lolos dan menumpuk di pompa. Ini bisa menyebabkan kerusakan. Namun kami siap melakukan perbaikan secepatnya dan memastikan pompa tetap bisa beroperasi,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemeriksaan dan perawatan pompa dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi, agar sistem pengendalian banjir di Jakarta Utara tetap berjalan optimal demi melindungi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.


